Pengamat: Niat Pemerintah Menggembungkan Papua Ini Langkah Tepat

    Pengamat menilai pemekaran wilayah Papua memberikan keuntungan politik bagi pemerintah

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komaruddin menilai niat pemerintah untuk memekarkan provinsi di Papua merupakan langkah yang tepat. Menurut dia, masyarakat diuntungkan dengan adanya pemekaran tersebut.

    “Secara politis, ini memang langkah yang diambil pemerintah,” kata Ujang Komaruddin di Jakarta, Sabtu (10/4).

    Menurutnya, jika provinsi di wilayah Papua bertambah maka akan memberikan keuntungan politik baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Ujang mengatakan, keuntungan politik yang didapat masyarakat adalah semakin dekat akses ke pemerintah daerah.

    Sehingga berbagai aspirasi dan kepentingan masyarakat tentunya akan lebih mudah didapat. Kemudian pengelolaan dana otsus untuk Papua semakin baik dengan bertambahnya jumlah provinsi.

    “Pemekaran seharusnya menjadi momentum untuk mensejahterakan rakyat, momentum agar dana otsus dari pemerintah pusat tidak dikorupsi, agar pembangunan bisa berjalan,” ujarnya.

    Dari sisi pemerintah, pemekaran tentu berdampak positif karena pengelolaan, kesejahteraan, dan rencana pembangunan di Papua akan berjalan dengan baik. Selain itu, pemekaran juga akan meningkatkan stabilitas keamanan di Papua.

    “Pembagian itu benar karena Papua Baik daerah konflik, daerah yang sebenarnya merupakan basis massa KKB. Kalau wilayahnya luas maka kekuatannya (KKB) akan besar, kalau dipisah (pemekaran) kekuatannya akan kecil, karena masih dalam batas wilayah yang kecil, ”ujarnya.

    Namun, lanjutnya, jika perluasan tersebut terealisasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Seperti desain kawasan pemekaran, kajian akademis yang matang sehingga pemekaran benar-benar akan mendorong pembangunan dan perbaikan harus mengakomodir berbagai faktor yang dibutuhkan saat pemekaran Papua. Hal ini menurutnya agar pemekaran di tanah Papua dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat setempat.

    sumber: Antara




    Source