Pengamat Nilai Penamaan Hanya Tol Mohamed Bin Zayed Sah-Sah

    Penamaan jalan tol dengan nama-nama tokoh bukanlah hal yang aneh

    REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI— Pmenamakan Jalan Layang Jakarta-Cikampek menuju Jalan Tol Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) sebagai sesuatu yang legal.

    “Sah-sah saja memberi nama fasilitas umum dan sarana ibadah, termasuk jalan tol dengan menggunakan nama tokoh, pejabat dan pejuang,” kata pengamat kebijakan publik dari Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi Hamluddin, Hamluddin, Minggu (18/4). .

    Ia mengatakan pergantian nama menjadi Jalan Tol MBZ tentunya memiliki latar belakang, dalam hal ini pemerintah mengapresiasi peran Putra Mahkota Uni Emirat Arab dalam kontribusinya bagi pembangunan di Indonesia serta bertujuan untuk mempererat hubungan diplomatik antar negara. dua negara.

    “Sama dengan nama-nama tokoh Indonesia yang dijadikan nama jalan di luar negeri seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Kartini, Sutan Sjahrir, Pattimura, Munir Said Thalib, dan terakhir Joko Widodo,” ujarnya.

    Masyarakat tentu memahami hal ini sebagai hal yang lumrah, selama angka-angka tersebut memiliki kontribusi positif bagi pembangunan di tanah air. Bagi masyarakat yang terpenting adalah kualitas fisik dari pelayanan publik itu sendiri.

    “Yang terpenting bagi masyarakat mendapatkan manfaat dari segi kemudahan akses, dalam hal ini akses transportasi di jalan tol layang,” ujarnya.

    Hamluddin berharap Tol Flyover MBZ dapat difungsikan secara optimal untuk memisahkan pergerakan kendaraan jarak dekat Jakarta-Bekasi-Cikarang dari pergerakan jarak jauh menuju Cirebon, Bandung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, khususnya untuk kelas non bus. 1. “Dan semoga ditandai dengan penamaan. Untuk tol layang ini, kerjasama bilateral antara Indonesia dan Uni Emirat Arab ke depannya bisa lebih ditingkatkan,” ucapnya.

    Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebelumnya telah menetapkan perubahan nama Jalan Tol Jakarta-Cikampek Flyover menjadi Jalan Terbang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) melalui Keputusan Menteri PUPR Nomor 417 / KPTS / M / 2021 pada April. 8 Tahun 2021. 36,4 kilometer dibangun oleh konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Ranggi Sugiron Perkasa sejak awal 2017, kemudian diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 12 Desember 2019.

    Jalan tol layang yang selama ini beroperasi merupakan salah satu solusi kemacetan yang kerap terjadi di ruas-ruas vital tersebut. Jalan Tol MBZ Layang merupakan jalan tol layang terpanjang di Indonesia dan jalan tol bertingkat pertama di Indonesia.

    sumber: Antara




    Source