Pengawas PAI Ingatkan Kepala Madrasah Jangan Mangkir dari JTM

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pengawas Pendidikan Agamai Islam (PAI) lingkup Kemenag Sumbawa Muhibbi, S.Pd, M.Pd, menyatakan eksistensi Kepala Madrasah (Kamad) sejatinya menurut aturan adalah guru yang diberikan tugas tambahan, sehingga kewajibannya sebagai guru dalam mengajar masih melekat 6 Jam Tatap Muka (JTM). Sebagai tambahan jam, telah diberikan ekuifalen 18 JTM sebagai Kamad.
“Dengan adanya ekuifalen itu jangan sampai disalahtafsirkan bahwa Kamad bisa tidak masuk selain dari hari ada JTM-nya, karena anggapan seperti itu keliru,” jelasnta.
Padahal kata Muhibi, dengan adanya ekuifalen itu artinya seorang Kamad harus ada setiap hari dalam menjalankan tugasnya sebagai leader, sementara apabila tidak ditunaikan, maka artinya ekuifalen 18 JTM itu tidak terpenuhi.
Lanjut Muhibbi, Kamad tidak dilarang meniggalkan Madrasah atas dasar karena alasan tertentu, tetapi tidak boleh ada pelimpahan tugas/pelaksana tugas (Plt) kepada salah satu Wakil Kepala Madrasahnya (Wakamad). Apalagi sampai berhari-hari tidak ada di Madrasah, karena ketika datang Pengawas atau yang lainnya yang dicari pertama kali adalah Kamad.
“Kalaupun hal itu belum ada yang melakukannya tetapi tidak menutup kemungkinan hal itu bisa terjadi karenanya itu perlu diingatkan agar jangan sampai mangkir dari JTM yang diwajibkan,” harapnya.
Seandainya kata Muhibi, ada kebijakan Yayasan untuk mengatur secara internal jumlah hari Kamad masuk hal itu sah-sah saja, tapi pelimpahan tugas kepada Wakamad tetap harus ada.
Dirinya mengharapkan kepada seluruh Kamad baik yang negeri maupun swasta, begitu pula kepada para guru baik yang PNS maupun yang non PNS terlebih lagi yang sudah sertifikasi, agar terus mengapdate info terkini tentang kependidikan dan regulasi yang terbaru agar tidak ketinggalan informasi.
Disinggung tentang sistem onlne Simpatika, dirinya mengatakan sudah siap beroperasi dan bagi yang belum menyelesaikan pengisian datanya secara lengkap diharap segera untuk merampungkannya terutama bagi guru sertifikasi. Dirinya menstressingk Kepada admin Simpatika di madrasah untuk pro aktif dan terus mengupdate data untuk memudahkan dan memberikan pelayanan serta informasi yang cepat dan akurat.