PENGEMBANGAN FISIK BANDARA SUMBAWA BERLANJUT

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Setelah berhasil melaksanakan proyek pembangunan landasan pacu (Runway), parkir pesawat (Taxi dan Apron) dan pembangunan lanjutan tahap kedua terminal Bandara dan assesoris lainnya di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa Besar, yang menyerap biaya anggaran bantuan Pusat tahun 2017 mencapai total sekitar Rp 25 Miliar lebih yang dipercayakan penanganannya kepada dua rekanan kontraktor pelaksana pemenang tender, maka pengembangan dan pembenahan fisik Bandara Sumbawa akan terus dilakukan secara bertahap dan berlanjut hingga tahun 2020 mendatang sesuai dengan rencana yang diusulkan ke pusat, ungkap Kepala Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa Besar I Kadek Sulisastrawan SIKOM SSIT didampingi PPK Abubakar Sidik dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB kemarin.
Dari usulan perencanaan yang dibuat bagi pengembangan Bandara Sumbawa ini terang Kadek, diakui memang secara teknis perencanannya harus dilakukan secara bertahap hingga 2020 mendatang, dengan pertimbangan tentu disesuaikan dengan skala prioritas kebutuhan diantaranya untuk program pembangunan dan pembenahan tahun anggaran 2018 mendatang, ada sejumlah infrastruktur yang akan dibenahi dan telah mendapatkan sinyal lampu hijau dari Pusat, meliputi pembuatan pagar keliling kawasan Bandara yang berada dibagian barat, perluasan dan pelebaran tempat parkir pesawat (Taxi/Apron), perluasan dan penataan parkir kendaraan depan terminal baru Bandara dan sejumlah item lainnya.
Kenapa pembenahan dan pembuatan pagar keliling kawasan bandara yang berada dibagian barat itu dijadikan skala prioritas penanganannya sambung Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Abubakar Sidik, karena merupakan lahan tanah seluas lebih kurang 15 Ha yang telah dilakukan pembebasannya oleh Pemda Sumbawa yang dihibahkan dan dipergunakan untuk menunjang perluasan bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa Besar, sehingga dalam tahun anggaran 2018 diprioritaskan bagi pembuatan pagar kawat keliling dengan menyerap alokasi anggaran sekitar Rp 1,7 Miliar.
Disamping itu, juga ada kegiatan pelebaran apron (parkir pesawat) kearah runway ditaksir biayanya mencapai sekitar Rp 1,5 Miliar dan perluasan parkir depan terminal baru biayanya sekitar Rp 1 Miliar lebih, dimana luas areal lahan parkir diperluas dan diperlebar hingga kebagian selatan rumah dinas karena merupakan suatu kebutuhan, apalagi dengan diperlebarnya jalan Bullevart Garuda yang mengenai pagar depan terminal bandara, sehingga perluasan dan pelebaran parkir bagi kendaraan itu harus dilakukan agar keamanan dan kelancaran keluar masuk maupun parkir dapat tertata rapi dan berjalan lancar sebagaimana yang diharapkan, tukas Sidik.
Sedangkan untuk pemindahan dan pembangunan tower komunikasi pesawat kata PPK Sidik, juga telah masuk dalam program perencanaan bagi pembenahannya, namun mengingat lokasi lahan yang tepat belum ada, maka programnya akan dilakukan pada tahun berikutnya, termasuk perpanjangan landasan pacu maupun pembangunan dan pembenahan sejumlah infrastruktur dan sejumlah fasilitas lainnya.