PENGHUNI LAPAS SUMBAWA ALAMI OVER KAPASITAS

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Setiap tahunnya kasus tindak pidana umum maupun kasus tindak pidana khusus yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten Sumbawa (KS) maupun Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kian menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan, dimana dari hasil data evaluasi yang dilakukan aparat penegak hukum didaerah ini menunjukkan kalau kasus tindak pidana umum yang dinilai menonjol dan berada ditingkat teratas dewasa ini adalah kasus tindak pidana terhadap anak dibawah umur (Asusila) dan kasus narkotika serta sejumlah kasus lainnya seperti kasus tindak pidana pencurian dan penganiayaan, oleh karena itu upaya dan usaha bersama segenap elemen masyarakat untuk melakukan pencegahan sangat dibutuhkan.
Dengan cukup tingginya angka kasus tindak pidana yang terjadi didaerah ini, tentu tidak sedikit tersangka ataupun terdakwa yang kini ditahan dan menjalani hukuman pidana badan atas perbuatan tindak pidana yang telah dilakukan dengan menjalani hidup didalam sel penjara Rumah Tahanan Lembaga Pemasyarakatan Sumbawa, sehingga sebagian besar hak kebebasannya terenggut karena kini statusnya telah berubah menjadi penghuni warga binaan harus hidup di bui dibalik tembok penjara (termarginalkan) jauh dari hirup pikuk keramaian diluar tembok penjara, itulah sebuah resiko dan jalan hidup mau tidak mau suka dan tidak suka wajib untuk dijalani dengan lapang dada.
Berkaitan dengan hal tersebut, tentu yang namanya Rutan Lapas itu keberadaannya dinilai sangatlah penting, karena merupakan salah satu sarana tempat khusus untuk menampung yang namanya tahanan ataupun narapidana (Napi), dimana tempo doeloe disebut bui kini sesuai dengan perkembangan zaman menjadi Rutan Lapas, dimana dalam program dan visi misi utamanya adalah bagaimana melakukan pembinaan agar seseorang (warga binaan) yang berada didalam Rutan Lapas itu kedepan dapat berubah dan kembali kejalan yang benar, sehingga tidak mengherankan kalau sejumlah program Imtag dan ketrampilan diterapkan dan diberikan kepada warga binaan, sehingga kelak ketika mereka keluar usai menjalani masa hukuman badan dapat kembali ditengah-tengah masyarakat dengan baik dan bahkan mampu menunjukkan kemandiriannya dengan berusaha dijalan yang baik dan benar.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Rutan Lapas Sumbawa yang kini dipimpin DR H Lalu Jumaidi SH MH yang baru sekitar sebulan lalu dipercayakan sebagai Kalapas Sumbawa, dimana sebelumnya ia bertugas sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Karang Asem Bali, sebagaimana dikemukakan IW Arya Budihartawan Kasi Pembinaan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Sumbawa dalam perbincangannya dengan Gaung NTB disela acara kegiatan POR peringatan Hari Bhakti Dharma Karika ke-73 Tahun 2018 yang berlangsung didalam kawasan Rutan Lapas Sumbawa Jum’at kemarin, bahwa sejumlah kegiatan pembinaan terhadap warga binaan sesuai dengan program dan juklak-juknis dari Pusat telah dilaksanakan dengan baik.
Kendati jumlah penghuni warga binaan Rutan Lapas Sumbawa hingga saat ini berjumlah 518 orang terdiri dari laki-laki 497 orang dan perempuan 21 orang dinilai dalam keadaan “Over Kapasitas” terang KPLP IW Arya Budihartawan, karena kapasitas daya tampung dari Rutan Lapas Sumbawa seyogyanya hanya menampung 250 orang, namun sejumlah kegiatan dan program yang dilaksanakan dinilai berjalan dengan baik, baik itu kegiatan Imtag (keagamaan) secara rutin dua kali dalam seminggu dilaksanakan, juga program pembinaan lainnya berupa pemberian ketrampilan pertukangan kayu maupun berkebun dengan menanam sejumlah sayur mayur dengan hasil usaha yang diperoleh tentu dimanfaatkan bagi kepentingan warga binaan itu sendiri.
Disamping itu, terkait soal pemberian pelayanan kesehatan kepada warga binaan sambung Budihartawan, sejauh ini tidak ada masalah sebab saat ini lapas Sumbawa telah memilki tiga orang petugas kesehatan (perawat) khusus yang ditempat pada klinik didalam Lapas guna memberikan pelayanan terbaik kepada warga binaan, sehingga jika ada penghuni yang sakit dapat segera terlayani dengan baik, dimana tentu berbagai program dan kegiatan yang dilakukan itu berkat adanya kerjasama yang baik dengan Pemda, Kementerian Agama Sumbawa, Puskesmas dan Institusi terkait lainnya, karena itu tidaklah berlebihan disampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kerjasama yang telah terbina dengan baik selama ini, pungkasnya.