Pengusaha Lokal Ropang-Lantung Gelar Hearing

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Puluhan pengusaha yang berasal dari Kecamatan Ropang dan Lantung, yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Lokal, menggelar hearing dengan perwakilan manajemen PT. AMNT yang difasilitasi oleh DPRD Sumbawa, kemarin.
Hearing tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumbawa, DR Arahman Alamudy, didampingi Yasin Musammah SAp,  Berlian Rayes SAg MSi, Salamuddin Maula, juga dihadiri Kepala Dinas Nakertrans, DR Ikhsan Safitri M.Si serta perwakilan dari Bagian Perekonomian Setda Sumbawa.
Perwakikan Pengusaha Ropang, Very Irawan dalam kesempatan itu menyampaikan tuntutan agar PT.AMNT memberikan kemudahan kepada pengusaha lokal untuk menjadi penyalur ke perusahaan tersebut.
menurut Very Irawan, ada tiga poin tuntutan Asosiasi Kecamatan Ropang-Lantung, yakni perusahaan tidak mempersulit asosiasi untuk mendapatkan pekerjaan dari perusahaan, kemudian memperbaiki akses jalan Ropang-Lantung, dan membangun Base Camp di Kecamatan Ropang.
Menurutnya, saat ini PT. AMNT tidak lagi melakukan sosialisasi sehingga masyarakat tidak mengetahui detail kegiatan di kawasan Dodo-Rinti. Selain itu lanjutnya kontribusi perusahaan juga tidak jelas. “Perusahaan seolah-olah mengabaikan masyarakat setempat karena selama ini kami mendukung kegiatan eksplorasi serta kegiatan lainnya,” ujarnya.
Selain itu Veri juga meminta PT. AMNT agar lebih memprioritaskan wilayah sekitar, terutama masyarakat Ropang yang sangat berdekatan dengan lokasi perusahaan
Menjawab tuntutan tersebut, perwakilan Manajemen PT.AMNT, Muhammad Salim, menyampaikan bahwa perusahaan tidak pernah mempersulit pengusaha lokal. Bahkan dalam prinsip bisnis katanya, semakin banyak perusahaan menawarkan barang dan jasa maka akan semakin baik.
“Itu hanya penilaian sementara karena proses sedang berlangsung,” ujarnya.
Disampaikan Muhammad Salim, bahwa sekarang ini mereka menerapkan sistem secara online, termasuk  untuk komunikasi dangan perusahaan. Hal it juga harus dapat dipenuhi oleh pengusaha lokal. “Ada tahapan, kelengkapan, agar dapat dipenuhi, kami akan bantu melengkapi sehingga tidak ada kendala,” ujarnya.
Sementara terkait akses jalan Ropang-Dodo, menurut Muhammad Salim, baru dibicarakan apabila perusahaan telah memasuki masa ekploitasi karena persoalan tersebut memerlukan finansial dan regulasi yang mengatur tentang hutan, mengingat wilayah konsesi menuju Ropang merupakan status Kawasan Hutan Lindung.
“Jalan dari Elang ke Ropang kita lihat perkembangan sesuai tahapan eksplorasi, Insya Allah kalau meningkat ke eksploitasi bisa kita bicarakan kemudian, sementara kalau kita bahas sekarang masih terlalu dini,” ujarnya. Hal yang sama juga terkait dengan Base Camp akan disesuaikan dengan peningkatan status kegiatan.
sementara itu Kepala Dinas Nakertrans Sumbawa, DR Ikhsan Safitri, menyampaikan bahwa pola rekrutmen melalui Pemdes sangat diperlukan dan sudah berjalan dengan baik, hanya saja perlu transparansi.
Sikap lebih transparan ini menurut Dr Ikhsan Safitri, dapat ditempuh melalui Musdes sehingga akan muncul nama-nama orang yang layak dan tidak subyektif. Sejauh ini menurut Dr Ikhsan Safitri, Disnakertrans Sumbawa memiliki data jumlah dan skill pencari kerja, termasuk dari wilayah Ropang dan Lantung. Data tersebut dapat menjadi acuan PT. AMNT dalam merekrut tenaga kerja.
Sementara itu Anggota DPRD Sumbawa, Salamuddin Maula menyampaikan bahwa perusahaan mustinya ada gerakan yang membuat masyarakat tenang sehingga tidak terjadi gejolak. Jika tidak maka akan berimbas ke perusahaan itu sendiri.
“Perusahaan musti memberikan perhatian dan bantuan agar masyarakat merasa diperhatikan, Perusahaan sudah terbuka, mungkin di tingkat bawah yang masih agak tersendat,’ ujarnya. Oleh karena itu kedepan, mesti ada pelatihan yang diberikan oleh perusahaan melalui Disnakertrans untuk mendapatkan sertifikat sebagai syarat untuk masuk dan bekerja ke perusahaan tersebut.
Ditambahkan Anggota DPRD Sumbawa lain, Yasin Musamma S.Ap yang mengusulkan agar pihak perusahaan membuat rencana kerja anggaran untuk dilaporkan kepada pemerintah sehingga pihak legislatif dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat. Dia juga meminta agar menempatkan Comrel agar tidak terjadi miskomunikasi.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Sumbawa, DR Arahman Alamudy selaku pimpinan pertemuan meminta agar PT. AMNT meningkat kinerja Comrel yang ada di wilayah Ropang dan Lantung agar kedepan tidak menimbulkan persoalan yang disebabkan terhambatnya komunikasi dan informasi ke masyarakat.
“Tingkatkan kinerja Comrel, nanti kalau sudah memasuki tahap eksploitasi perusahaan wajib untuk mengambil karyawan dari setiap desa, karena perusahaan akan membutuhkan puluhan ribu karyawan,” demikian Abi Mang saapa akrab politisi Golkar itu.