Pentagon Khawatir dengan Serangan di Irak dan Suriah

Serangan itu menargetkan pasukan dan diplomat AS.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Pentagon menyatakan sangat prihatin dengan rangkaian serangan baru-baru ini terhadap personel AS di Irak dan Suriah. Para diplomat dan tentara AS menjadi sasaran tembakan roket.

Pada Rabu (7/7) tiga roket dan a drone menargetkan personel AS di kedua negara. Sebanyak 14 roket juga menghantam pangkalan udara Irak yang menampung pasukan AS, melukai dua prajurit AS.

Sejauh ini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Tetapi para ahli percaya serangan itu adalah bagian dari operasi milisi bersenjata yang didukung Iran. “Mereka menggunakan senjata mematikan, saya tidak tahu Anda bisa menyebutnya apa pun selain ancaman serius,” kata juru bicara Pentagon John Kirby, Kamis.

Milisi Irak yang bersekutu dengan Iran telah bersumpah untuk membalas serangan udara AS di perbatasan Irak-Suriah yang menewaskan empat anggotanya bulan lalu.

Iran membantah membantu serangan terhadap pasukan AS di Iran dan Suriah. Namun mengutuk serangan udara AS terhadap kelompok yang mereka dukung.

Negosiasi tidak langsung antara AS dan Iran mengenai kesepakatan nuklir 2015 atau Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) masih menemui jalan buntu. Belum ada jadwal pertemuan terakhir sedangkan pertemuan terakhir dilakukan pada 20 Juni.

sumber: Reuters



https://www.republika.co.id/berita/qvykvk377/pentagon-sangat-khawatir-dengan-serangan-di-irak-dan-suriah