Pentingnya Berdoa untuk Anak Sebelum Lahir ke Dunia

Berdoa untuk anak-anak sebelum mereka lahir ke dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebesar apapun upaya orang tua dalam mendidik anaknya, jika Allah tidak menghendaki, maka anak tersebut tidak akan seperti yang diharapkan oleh orang tuanya. Oleh karena itu, mau tidak mau dalam segala aktivitas manusia tidak bisa lepas dari Allah Ta’ala. Karena di Tangan-Nya ada kendali atas segala sesuatu.

Pengurus Pondok Pesantren Tunas Ilmu Purbalingga sekaligus pengajar di SMA Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember, Ustaz Abdullah Zaen Lc., MA dalam keterangan tertulisnya kepada Republika disampaikan, salah satu upaya yang perlu dilakukan agar Tuhan berkenan membantu masyarakat dalam mendidik anak adalah dengan memperbanyak doa. Bukan hanya saat anak itu lahir, tapi juga sebelum ia lahir dan lahir di bumi ini.

Ustaz menjelaskan, masih segar dalam ingatan yang dilakukan kaum musyrik di kota Tha’if ketika menolak ajakan Nabi ﷺ. Padahal dia sudah mengundang mereka untuk masuk Islam. Namun mereka tidak hanya menolak sama sekali ajakan untuk bersikap sopan, mereka bahkan mengutuk dan melempari dia dengan batu, hingga berdarah.

Saat itu bidadari penjaga gunung menawarinya untuk jatuh di dua bukit kepada mereka. Ternyata tanggapannya adalah, “بل أرجو أن يخرج الله من أصلابهم من يعبد الله وحده, لا يشرك به شيئا”, “Aku harap Tuhan akan melahirkan dari keturunannya yang menyembah Allah saja dan tidak mengasosiasikannya dengan Allah saja apapun “(HR. Bukhari dan Muslim).

Lihatlah bagaimana Rasulullah ﷺ berdoa kepada Allah untuk memberikan gangguan kepada anak-anak orang-orang Thaif, bahkan sebelum mereka lahir. Dan memang benar, setelah kematian kaum musyrik yang menolak dakwahnya, generasi yang kuat dan konsisten dalam membela Islam lahir, ”kata Ustaz, lulusan S2 jurusan Aqidah, Universitas Islam Madinah ini.

Para nabi sebelumnya juga memberikan contoh yang sama. Misalnya, Nabi Zakaria Alaihissallam berdoa, “رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ” “Ya, Rabbi, berkati aku dengan keturunan yang baik.

Padahal saat itu, perhitungan manusia, harapan memiliki keturunan sangat tipis. Karena dia sudah sangat tua dan istrinya mandul. Seperti yang diceritakan dalam Alquran,

“(Apa yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya Zakaria. (Yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara lembut. Dia (Zakaria) berkata,” Ya Tuhanku, tulangku benar-benar lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepadaMu, Tuhanku. Dan sungguh, saya khawatir dengan kerabat saya selama saya pergi, meskipun istri saya mandul. Jadi berikan aku seorang anak dari sisiMu, yang akan mewarisi aku dan mewarisi keluarga Yakub. Dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, menjadi orang yang disenangkan ”(QS. Maryam ayat 2-6).

“Akhirnya Allah mengabulkan permintaan Nabi Zakaria, dengan memberikan seorang anak bernama Yahya, yang nantinya juga akan diangkat menjadi nabi. Allahu akbar!” kata Ustaz.

Masih dalam konteks mohon pertolongan Allah dalam mendidik anak, agama kita mengajarkan suami istri agar tidak lupa sholat sebelum bersetubuh, ”lanjut Ustadz Abdullah.

Yaitu dengan membaca doa berikut, “بِسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا“, “Atas nama Allah, mohon jauhkan kami dari gangguan setan (HR.).

“Nabi ﷺ menjelaskan, jika setelah hubungan itu lahir seorang anak, maka setan tidak akan bisa mencelakakannya,” kata Ustaz.




Source