Pentingnya Optimalisasi Peran BRIN Sebagai Direktur Riset

    BRIN diharapkan dapat ditempatkan sebagai direktur riset

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diharapkan dapat berperan sebagai konduktor untuk mewujudkan invensi dan inovasi di tanah air.

    “Kami orang lapangan, kami tahu apa tantangan dalam membuat inovasi, masalah apa yang harus kami hadapi,” kata Ketua Himpunan Insinyur Indonesia (Himperindo), Nyoman Jujur, kepada Republika.co.id, Selasa (10/8).

    “Sekarang Hal ini membutuhkan ekosistem yang kuat sehingga membutuhkan konduktor. Jika BRIN berfungsi sebagai konduktor, ini diperlukan,” tambahnya.

    Integrasi dan sinergi kegiatan, lanjut Nyoman, tentunya membutuhkan konduktor yang kuat untuk menghasilkan invensi atau invensi dan inovasi.

    Dalam konteks itu, BRIN berfungsi untuk mengarahkan dan mensinergikan, salah satunya adalah sumber daya iptek.

    Nyoman mengatakan, sinergi dan integrasi sumber daya manusia (SDM) iptek dilakukan tanpa menghilangkan ciri dan cara berpikir intrinsik masing-masing.

    Selain itu, Nyoman juga berharap regulasi yang lebih rendah bisa sejalan dengan regulasi yang lebih tinggi.

    “Kami sudah mendatangi Kepala BRIN untuk mendapatkan masukan. Kami juga melakukan webinar dengan mengundang Insinyur Kehormatan yang juga Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, untuk masukan. Kami akan melakukan audiensi dengan pihak terkait,” kata dalam diskusi virtual. Langkah Hukum Pelurusan Regulasi BRIN di Jakarta, Senin (09/08).

    Sementara itu, Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia Teguh Kurniawan menjelaskan fungsi koordinator tidak dapat disamakan dengan fungsi pelaksanaan kegiatan penelitian, pengembangan, kajian dan aplikasi serta invensi dan inovasi karena akan berdampak pada konflik kepentingan.

    Menurut Teguh, poin penting BRIN dalam Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nasional adalah sebagai koordinator, pembina, dan pengawas kesesuaian perencanaan nasional agar dilaksanakan dan dipatuhi dengan baik. .

    Menurut Teguh, BRIN harus memastikan pembagian tugas dan fungsi yang jelas dari setiap pemangku kepentingan yang melakukan penelitian dan pengembangan serta koordinasi antara kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

    Teguh mengatakan, BRIN sebagai koordinator memastikan lembaga penelitian dan pengembangan yang ada dapat bersinergi untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dari riset dasar hingga inovasi dan komersialisasi.

    “Fungsi integrasi BRIN harus dapat mencapai tujuan untuk memperoleh hasil penelitian yang berdampak signifikan,” kata Teguh.



    https://www.republika.co.id/berita/qxmgtz320/pentingnya-optimalisasi-peran-brin-sebagai-dirigen-riset