Penumpang KRL dari Stasiun Bogor wajib membawa STRP

Penurunan penumpang KRL Commuter Line terlihat pada awal PPKM Darurat.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Mulai Senin (12/7), pengguna jasa KRL Commuter Line wajib membawa dokumen perjalanan seperti Surat Tanda Pendaftaran Tenaga Kerja (STRP), atau surat keterangan dari perusahaan tempat mereka bekerja, atau surat keterangan. dari Pemerintah Daerah (Pemda). lokal. Hal ini sebagai bentuk dukungan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menekan mobilitas masyarakat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM).

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba mengatakan, penerapan STRP sudah sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 50. Jalur Commuter dan harus membawa STRP adalah pekerja di sektor esensial dan kritis.

“Kami menghimbau kepada pengguna jasa untuk Jalur Commuter, saat ini kondisinya masih Darurat PPKM. Jadi pengguna harus melengkapi dokumen perjalanan seperti STRP, atau surat keterangan dari dinas, atau surat dari pemerintah daerah bagi pekerja yang diizinkan di sektor esensial dan kritis,” kata Anne kepada wartawan di Stasiun Bogor, Senin (12/7). .

Lebih lanjut Anne mengatakan, STRP atau dokumen perjalanan tidak hanya dibutuhkan saat menggunakannya Jalur Commuter tentu saja. Namun juga di angkutan umum lainnya, khususnya di DKI Jakarta.

Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan dokumen perjalanan tersebut agar bisa beraktivitas di luar rumah. Terutama bagi para pekerja.

Di Stasiun Bogor sendiri, pengecekan dokumen dilakukan di area parkir mobil. Ada lima meja pemeriksaan dokumen untuk memverifikasi dokumen yang dibawa calon penumpang.

“Dalam pengecekan dan pemantauan, tidak hanya PT KAI. Kami juga dibantu oleh Dinas Perhubungan (Dishub), Kementerian Perhubungan, dan kerjasama daerah dengan TNI-Polri dan Pemerintah Daerah. Kami melihat banyak orang atau pengguna layanan Jalur Commuter di Bogor yang sudah menyiapkan dokumennya,” kata Anne.

Ia menambahkan, dalam pantauannya, terjadi penurunan volume penumpang setelah dilakukan seleksi penumpang yang diperbolehkan menggunakan bandara. Jalur Commuter. Hingga sekitar pukul 06.00 WIB, sebelum diwajibkan membawa dokumen perjalanan, PT KAI melayani sekitar 4.000 penumpang di Stasiun Bogor. Namun, pagi ini tercatat ada 200 penumpang sekaligus.

“Apalagi jika dibandingkan dengan sebelum PPKM, jauh lebih banyak. Sebelum PPKM, saya kira sudah lebih dari 40 persen,” jelasnya.

Anne menuturkan, pengecekan dokumen ini akan dilakukan setiap hari hingga PPKM Darurat berakhir. Oleh karena itu, dia mengimbau kepada penumpang agar tertib dan patuh terhadap aturan tersebut.

“Penumpang juga harus mematuhi aturan masker dua kali lipat, sering cuci tangan, dan jangan banyak bicara Jalur Commuter baik secara langsung atau melalui telepon.



https://www.republika.co.id/berita/qw42qg436/penumpang-krl-dari-stasiun-bogor-sudah-wajib-bawa-strp