Penyidik ​​KPK AKP Stepanus memiliki aset di bawah Rp 500 juta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan penyidik ​​Ajun Komisaris Polisi (AKP) Stepanus Robin Pattuju (SRP) sebagai tersangka penerima suap.

Stepanus diduga menerima suap senilai total Rp1,3 miliar dari Walikota Tanjungbalai M. Syahrial.

Uang itu diberikan untuk menghentikan kasus yang dialami M. Syahrial terkait penyidikan kasus suap yang sedang diperiksa KPK di Pemerintah Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Baca juga: Wali Kota Tanjungbalai Suap Penyidik ​​KPK Bagi Pecinta Kendaraan Klasik, Rp. 11 Miliar dalam kekayaan

Dilihat Tribunnews.com dari elhkpn.kpk.go.id, Jumat (23/4/2021), Stepanus terakhir kali melaporkan asetnya pada 30 Maret 2021 untuk periode 2020.

Pada periode 2020, Stepanus tercatat memiliki aset Rp. 461 juta.

Adapun ratusan juta kekayaan Stepanus terdiri dari tiga kendaraan dengan total nilai Rp. 111 juta.

Kendaraan milik mantan Kapolres Halmahera Selatan itu adalah Yamaha Mio M3 2015 seharga Rp. 9 jutaan, Honda Vario 2012 seharga Rp. 7 juta, dan Honda Mobilio 2017 seharga Rp. 95 juta.

Baca juga: KPK Diminta Periksa Aziz Syamsuddin dalam Kasus Suap Wali Kota Tanjungbalai

Stepanus juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp512 juta.

Kemudian kas dan setara kas Rp. 10 juta.

Total aset Stepanus, jika dijumlahkan, sekitar Rp. 633 juta.

Namun, penyidik ​​spesialis muda di deputi penuntutan KPK itu ternyata memiliki utang Rp. 172 juta.

Jadi total harta Stepanus adalah Rp. 461 juta.




Source