Perhatian Pemerintah Saat dan Pasca Kebakaran di Desa Batu Rotok

    oleh Randy Bahraysi Rohadi, Mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Samawa Rea

    “Batu Rotok” merupakan sebuah ucapan yang tidak asing lagi bagi orang Sumbawa dan pemerintah. Ketika mendengar kata “Batu Rotok” maka yang terbayang adalah banyaknya kopi, daerah tersebut setiap tahunnya didatangi orang dari dalam Batu Rotok maupun dari luar Batu Rotok untuk memanen kopi. Selain terkenal dengan kopinya, desa Batu Rotok kerap dibayangkan sebagai daerah pegunungan yang dingin, sejuk, subur, makmur, aman, damai, dan hijau, memberi ketenangan bagi siapa saja yang berkunjung ke daerah tersebut.

    Desa Batu Rotok tepatnya berada di kecamatan Batu Lanteh kabupaten Sumbawa ini, merupakan salah satu desa yang memiliki cakupan wilayah yang sangat luas serta padat penduduk, ada 2 ribu jiwa lebih. Batu Rotok juga sumber air bersih bagi masyarakat Sumbawa.

    Akan tetapi dibalik kesejukan, ketenangan, kekayaan alam, dan banyaknya penduduk, desa ini sesaat berubah menjadi sebuah duka yang mendalam bagi masyarakat Batu Rotok khususnya karena sebagian dari keluarga mereka harus kehilangan harta bendanya, dan yang paling fatal adalah kehilangan tempat tinggalnya karena telah terjadi sebuah peristiwa yang tak diinginkan telah terjadi.

    Tanggal 7 November 2020 merupakan hari yang duka bagi masyarakat Batu Rotok karena telah terjadi musibah kebakaran besar hingga menghanguskan puluhan rumah warganya. Aki yang meledak di salah satu rumah menyebabkan hangusnya puluhan rumah di tiga Rukun Tetanggan di Batu Rotok. Api yang semakin menjadi, terbatasnya akses jalan menuju desa ini membuat petugas pemadam kebakaran tidak bisa dikerahkan karena medan yang sangat mustahil untuk dilalui oleh mobil damkar.

    Serta pemerintah tidak bisa turun secara langsung pada saat itu dan kesulitan untuk memantau secara langsung proses evakuasi di sana, tetapi syukurnya pemerintah sudah sangat memperhatikan perkembangan iptek atau ilmu pengetahuan dan teknologi di sana sehingga upaya pemantauan dapat dilakukan dengan handphone atau lewat media sosial sehingga cukup mempermudah pemerintah dan masyarakat disana untuk melakukan pemantauan dan penyampaian kabar terbaru oleh masyarakat setempat.

    Karena akses jalan yang tidak mungkin bisa dilalui oleh mobil biasa, serta pemerintah yang tidak mungkin semua naik ke sana, sehingga pemerintah mengirim beberapa utusan itu dari dari warga sipil maupun dari pihak TNI-POLRI dengan tujuan mengantisipasi kejadian-kejadian lain yang tidak terduga. Mereka tidah hanya memantau tetapi ikut juga bergotong-royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran rumah masyarakat.

    Masyarakat Sumbawa pun menunjukkan kepedulian atas apa yang menimpa saudaranya di Batu Rotok, dengan memberikan sumbangan berupa makanan, minuman, uang, pakaian bekas, dan keperluan keperluan lainnya.

    Tidak hanya masyarakat umum, teman-teman mahasiswa juga ikut andil memberikan sumbangan dan penyemangat untuk warga Batu Rotok dengan cara penggalangan dana hampir di setiap sudut kota Sumbawa.

    Pemerintah juga memberikan berbagai macam bantuan, baik itu berupa fisik yang diwakili oleh aparat dan juga berbentuk uang sebagai bentuk perhatian pemerintah yang berjuang membantu para masyarakat di Batu Rotok, bahwa pemerintah tidak lepas tangan meskipun berbagai kesulitan dan rintangan yang dihadapi.

    Pemerintah juga tidak lepas tangan terhadap akses jalan menuju “desa bao” yang mana jalan menuju menuju “desa bao” sangat sangat sulit, tetapi pemerintah atau instansi terkait sangat memperhatikan jalur transportasi dengan mengadakan pengerasan jalan meskipun belum 100 persen hotmix, tetapi setidaknya pemerintah Sumbawa sangat memperhatikan akses jalan menuju “desa bao” khususnya desa Batu Rotok.

    Tags: Batulantehbaturotok