Perhutani Gandeng UGM Kelola 2,4 Juta Hektar Hutan di Jawa

Perhutani mendukung UGM dalam pengelolaan hutan untuk pendidikan hingga penelitian

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN – Direktur Perhutani Wahyu Kuncoro mengatakan pemerintah menginginkan 2,4 juta hektar hutan Jawa dan Madura dikelola dengan prinsip berwawasan lingkungan dan lestari. Oleh karena itu pengelolaan tidak bisa dilakukan sendiri, perlu adanya kerjasama dengan mitra, salah satunya adalah Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Kami terbuka untuk bekerjasama dengan siapapun untuk pengelolaan hutan lestari sehingga apa yang kami lakukan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan untuk pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat sekitar hutan,” kata Wahyu usai penandatanganan MoU Perhutani, UGM dan Kabupaten Bulungan. Pemerintah.

Wahyu mengatakan 2,4 juta hektar hutan berada di Jawa dan Madura, 860 ribu hektar lebih di Jawa Barat dan Banten, lebih dari 600 ribu hektar di Jawa Tengah dan lebih dari satu juta hektar di Jawa Timur. Ia berharap pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Kepentingan Khusus (KHDTK) bisa ditingkatkan.

Ia menegaskan, Perhutani mendukung program-program yang telah dilakukan UGM dalam pengelolaan hutan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Sejak tahun 2016, UGM telah mengelola KHDTK untuk keperluan pendidikan dan pelatihan seluas 10.901 hektar di Ngawi dan Blora. “Kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat,” kata Wahyu.

Bupati Bulungan Syarwani berharap kerjasama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan UGM dalam lima tahun ke depan dapat mendukung berbagai program pembangunan di Kabupaten Bulungan. Termasuk, pengentasan kemiskinan dan pencapaian SDGs yang menjadi prioritas.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan UGM dalam penyusunan rencana tata ruang pembangunan Bulungan akhir-akhir ini,” kata Syarwani.

Rektor UGM, Prof Panut Mulyono berharap, melalui kerjasama yang ada dengan Perhutani, pengelolaan kawasan hutan dengan tujuan khusus dapat terus dilakukan dan ditingkatkan. Perencanaan yang telah dibuat oleh tim kehutanan dapat direalisasikan untuk pengelolaan yang lebih baik, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar.

Selain itu, pengelolaan hutan dengan tujuan khusus memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan dosen untuk melaksanakan kerja praktek dan penelitian di bidang kehutanan, kata Panut.




Source