Permintaan Air Purifier Diperkirakan Tumbuh 3 Kali lipat

    Pandemi meningkatkan penjualan pembersih udara

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Permintaan alat pembersih udara (pembersih udara) di Indonesia diperkirakan masih tinggi tahun ini. Pertumbuhan diprediksi mencapai 2-3 kali lipat dibandingkan sebelum pandemi COVID-19.

    “Memang banyak orang yang sudah divaksinasi sejak awal 2021, tapi permintaan air purifier masih akan tumbuh dua hingga tiga kali lipat tahun ini,” kata Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia (SEID), di Jakarta, Kamis (10/10). 6).

    Diakuinya, pertumbuhan permintaan penjernih udara Sharp lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, produk ini tumbuh 3-4 kali lipat saat pandemi COVID-19 baru merebak di Indonesia. Produk pembersih udara Sharp dengan teknologi Plasmacluster telah dikembangkan selama 20 tahun.

    GM Domestic Sales SEID Andry Adi Utomo menambahkan, pada tahun lalu, terutama di awal pandemi COVID-19, permintaan penjernih udara Sharp melonjak dari 5.000 menjadi 15.000 menjadi 20.000 unit per bulan. Akibatnya, kata dia, produk penjernih udara dengan teknologi Plasmacluster sempat mengalami kelangkaan di pasar Indonesia, mengingat SEID masih mengimpor dari China dan Thailand.

    “Jika tidak kekurangan, penjualan air purifier Sharp bisa mencapai 20.000 hingga 25.000 unit per bulan,” kata Andry.

    Hal ini, kata dia, terkait kuota Sharp Electronics Corp untuk masing-masing negara, mengingat tingginya permintaan dari negara lain, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang. Beruntung, kata dia, sebelum pandemi, permintaan air purifier SEID sudah tinggi di kisaran 5.000 unit per bulan sehingga SEID mendapat kuota yang cukup besar hingga rata-rata 10.000 unit per bulan.

    “Memang banyak produk air purifier dari literate lain, tapi banyak konsumen yang tahu bahwa air purifier itu adalah Plasmacluster, dan Plasmacluster adalah teknologi yang dikembangkan oleh Sharp,” ujarnya.

    sumber: antara



    https://www.republika.co.id/berita/qugohw368/permintaan-penjernih-udara-diperkirakan-tumbuh-3-kali-lipat