Persiapan PTM Jatim, Guru Harus Divaksinasi Dua Kali

    Sekolah juga diminta membentuk Gugus Tugas Covid-19 yang melibatkan siswa.

    REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi menyatakan kesiapan SMA/SMK di 38 kabupaten/kota di wilayah setempat menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas mulai pada Juli 2021. Namun, lanjutnya, dengan adanya lonjakan Covid-19 belakangan ini, rencana tersebut harus ditinjau ulang. Seperti berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

    Jika ditinjau secara menyeluruh, lanjut Wahid, kesiapan PTM terbatas untuk SMA/SMK di Jawa Timur sudah matang. Karena beberapa persiapan sudah dilakukan. Mulai dari penyediaan sarana prasarana sesuai protokol kesehatan, hingga vaksinasi guru.

    “Untuk melaksanakan PTM ini, guru dan pendidik harus dua kali divaksinasi. Ini sedang difinalisasi oleh Dinas Kesehatan Jatim,” kata Wahid.

    Ia memastikan hingga akhir Juni 2021, seluruh guru SMA/SMK di Jatim sudah mendapatkan vaksin kedua. Meski sudah siap, Wahid menegaskan kewenangan memutuskan PTM ini bisa digelar atau tidak ada pada Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

    Sebab, syarat menggelar PTM terbatas adalah mendapat rekomendasi dari Satgas. Kemudian, mahasiswa yang mengikuti PTM terbatas harus mendapat izin dari orang tuanya.

    Wahid menyatakan, terkait keterbatasan PTM, Disdik Jatim menyiapkan dua model pembelajaran. Pertama, guru fokus pada pembelajaran tatap muka dan bahan ajar akan dikirimkan kepada siswa yang memilih belajar dari rumah. Kedua guru mengajar di kelas dapat diikuti oleh siswa di rumah dengan sistem interaktif.

    “Ini ideal. Namun, untuk sementara bahan ajar dikirim ke siswa,” kata Wahid.

    Tak hanya itu, lanjut Wahid, sekolah juga diminta membentuk Satgas Covid-19 yang melibatkan siswa untuk memantau pelaksanaan program pelayanan kesehatan di sekolah. Secara teknis, pelaksanaan PTM dibatasi maksimal empat jam dengan istirahat 15 menit dan berada di dalam kelas.

    Sementara untuk daya tampung jumlah siswa di setiap kelas, Wahid mengatakan jika disesuaikan dengan zona di kecamatan tempat sekolah itu berada. Jika distrik sekolah masih merah, sekolah akan online. Jika kabupaten tersebut berwarna oranye, maka 25 persen dari daya tampung siswa di setiap kelas.

    “Dan kalau kelurahannya kuning, daya tampung mahasiswanya sampai 50 persen atau maksimal 18 orang,” ujarnya.



    https://www.republika.co.id/berita/qv34p5330/persiapan-ptm-jatim-guru-harus-divaksinasi-dua-kali