Pesta Sabu, Pengedar dan Kurir Diringkus

    Sumbawa Besar, Gaung NTB
    Satuan Reserse Narkoba Polres Sumbawa berhasil meringkus 3 orang terduga pengedar dan kurir sabu. Mereka ditangkap dikediamannya saat tengah asyik berpesta sabu, Rabu (3/01).
    Kasat Narkoba Polres Sumbawa, IPTU Mulyadi SH yang dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Dikatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar pukul 12.30 Wita terkait adanya tiga orang yang mencurigakan di dalam rumah wilayah BTN Bukit Permai Blok B Nomor 22 Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa.
    Mendengar informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan penggerebekan. Di dalam rumah pihaknya menemukan 3 orang masing-masing berinisial MT (48) MR dan EP (33) sedang pesta sabu. “Saat ditangkap ketiganya sedang melakukan pesta sabu,” ujarnya.
    Diungkapkan, dari penggeledahan yang dilakukan, ditemukan 8 poket sabu seberat 7,20 gram, sebuah bong beserta pipet yang terdapat sisa sabu, 2 buah handphone, 3 buah korek gas, gunting dan uang tunai Rp 4,2 juta. Dimana uang tersebut merupakan hasil penjualan sabu yang dijual MT sebelumnya. “Dari interogasi yang kami lakukan, barang tersebut diperoleh dari Mataram dan dan sudah terjual seberat 2 gram,” jelas IPTU Mulyadi.
    Dijelaskan IPTU Mulyadi, MT adalah pemilik sabu sekaligus pengedar, sedangkan MR sebagai kurir dan EP sebagai pembeli. Saat penggerebekan tersebut, ketiganya kebetulan sedang melakukan pesta sabu. Dimana MT sebelumnya merupakan Target Operasi (TO) saat pelaksanaan Operasi Antik 2017 lalu. Hanya dalam penyelidikan, pihaknya tidak pernah mendapati yang bersangkutan berada di kediamannya.
    “MT ini sebenarnya target kami saat Operasi Antik tahun 2017. Namun sering berpindah tempat. Setelah adanya informasi, barulah kami temukan sedang pesta sabu,” tukasnya.
    Diakuinya, ketiga terduga sedang dilakukan tes urine di rumah sakit. Terhadap MT dijerat dengan Pasal 114 dengan ancaman 5 sampai 20 tahun penjara, sedangkan MR dijerat pasal 112 dan pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman 5 sampai 15 tahun penjara. Sementara EP dikenakan pasl 112 dengan ancaman 5 tahun penjara.
    “Kami akan terus melakukan penyelidikan dan pengembangan dan rencananya untuk pengembangan, kami juga akan berkoordinasi dengan Direktorat Res Narkoba Polda NTB,” pungkas IPTU Mulyadi.