Petugas Gabungan Amankan 145 Pelanggar PPKM di Surabaya

    REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Aparat gabungan menangkap 145 pelanggar protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) di Surabaya, Jawa Timur, Senin (5/7) malam hingga Selasa (6/7) dini hari. .

    Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, petugas gabungan dari Pemkot Surabaya bersama TNI dan Polri juga menertibkan warung makan, warung kopi, dan toko yang masih beroperasi setelah pukul 20.00 WIB.

    “Selama operasi, ditemukan beberapa kios yang masih buka. Saat itu, kami langsung meminta mereka untuk tutup,” katanya.

    Sedangkan pengunjung yang melanggar protokol kesehatan dan aturan jam malam saat PPKM darurat langsung dimintai KTP, dicatat kemudian dibawa ke Liponsos Keputih.

    Bagi yang melanggar protokol kesehatan dikenakan sanksi berupa: tur bertugas atau menyaksikan pemakaman jenazah yang meninggal akibat Covid-19 pada pukul 24.00 WIB, kemudian para pelanggar juga memberikan bakti sosial kepada penderita gangguan jiwa (ODGJ) di Liponsos keesokan harinya.

    “Mereka kami tempatkan di Liponsos semalam, sekitar pukul 24.00 WIB. Kami bawa ke tempat pemakaman jenazah. Setelah itu, kami arahkan untuk melihat makam dan makam warga Surabaya yang meninggal karena Covid-19,” kata Eddy.

    Tepat pukul 24.00 WIB, bus yang membawa pelanggar protokol kesehatan pada saat PPKM Darurat tiba di makam Keputih. Di sana mereka diperlihatkan tempat pemakaman dan menyaksikan langsung penguburan jenazah yang meninggal karena Covid-19.

    Tak hanya itu, lanjutnya, mereka juga melihat secara langsung perjuangan petugas dan tenaga kesehatan yang masih menguburkan jenazah yang meninggal akibat Covid-19 hingga 24 jam.

    Kasatpol PP Eddy menjelaskan, hal ini untuk memberikan pelajaran agar warga percaya bahwa Covid-19 itu ada dan sedang melanda kota Surabaya dan dunia.

    Tidak hanya itu, kata dia, sanksi ini diberikan dalam rangka menumbuhkan empati agar mereka dan warga Surabaya sadar bahwa menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, tidak berkerumun, dan tidak melanggar aturan jam malam selama PPKM darurat merupakan salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. .

    “Kami berharap dengan ini mereka dan warga Surabaya lainnya menyadari bahwa sangat penting untuk menerapkan protokol kesehatan dan tidak melanggar aturan jam malam selama PPKM darurat,” katanya.

    Setelah keluar makam Keputih, pelanggar protokol kesehatan ini akan menginap di Liponsos Keputih, kemudian pagi harinya memberikan bakti sosial kepada ODGJ.

    Pukul 08.00 WIB dilakukan swab test. Bagi yang positif akan diisolasi dan yang negatif akan dikembalikan ke keluarga masing-masing.

    Ia juga menegaskan, pelanggar yang telah menandatangani surat pernyataan, jika di kemudian hari mengulangi pelanggaran akan mendapat sanksi yang lebih berat.

    “Sanksi selanjutnya bakti sosial di Liponsos selama 5 hari dan membantu pembuatan peti mati. Jadi, mereka tahu Pemkot Surabaya bekerja maksimal menangani korban Covid-19,” ujarnya.

    https://repjogja.republika.co.id/berita/qvv7yv330/petugas-gabungan-amankan-145-pelanggar-ppkm-di-surabaya