Petugas Penjara AS Jadi Sasaran Kebencian Anti Muslim

Laporan palsu beredar atas nama petugas penjara Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID, CONNECTICUT – Sebuah laporan palsu di Lembaga Pemasyarakatan Cheshire yang mengejek seorang petugas penjara Muslim sedang diselidiki secara internal. Tindakan ini dijelaskan Departemen Perbaikan Connecticut, Kamis (6/5).

Petugas Shem Brijbilas mengajukan pengaduan setelah diperlihatkan dokumen palsu oleh petugas lain pada 21 April, menurut laporan yang diajukan terkait insiden tersebut. Dokumen tersebut mencakup banyak penghinaan rasial dan referensi ke supremasi kulit putih, ditulis agar terlihat seolah-olah Brijbilas telah mengirimkannya.

“Sebuah salinan dimuat ke dalam baki kertas printer penjara, meletakkannya di belakang beberapa laporan lain yang dicetak hari itu,” kata Farhan Memon, ketua Council on American-Islamic Relations cabang Connecticut.

Beberapa orang membaca, “Orang kulit putih telah berbuat begitu banyak untuk kita sehingga kita harus tutup mulut dan menerima apa yang diberikan tanpa mengeluh.”

Brijbailas mengatakan laporan palsu serupa yang menargetkannya diposting di papan buletin di penjara pada tahun 2017, tetapi tidak ada hasil penyelidikan atas insiden tersebut. “Rasa malu yang saya rasakan tak terlukiskan dan saya merasa benar-benar tidak aman dalam lingkungan kerja yang bergejolak dan penuh kebencian dan saya prihatin dengan kesehatan mental dan keselamatan saya,” tulisnya.

Komisioner penjara Angel Quiros mengirim surat kepada kepala cabang lokal Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) Farhan Memon pada hari Senin, mengatakan penyelidikan internal telah diluncurkan. “Apa yang perlu mereka lakukan adalah membawa polisi negara bagian dan membuka investigasi kejahatan rasial dan benar-benar mengungkap semua ini. Kalau begitu, siapakah orang yang mengedarkan dokumen ini? Kata Memon.

Ini adalah penyelidikan kedua terhadap bias anti-Muslim departemen tahun ini. Pada bulan Januari, Petugas Anthony Marlak sedang cuti setelah dia diduga memasang gambar lima pria yang digantung dengan tali di leher mereka dengan tulisan “Lonceng Angin Islami”.

sumber: AP




Source