PIMPINAN DEWAN PANGGIL KONTRAKTOR PASAR BRANG BARA *Abi Mang : Dukung Langkah Tegas Kajari Sumbawa.

    Sumbawa Besar, Gaung NTB
    Tidaklah heran kalau pasar Brang Bara menjadi viral bagi publik, karena sejak awal hingga akhir pembangunan pasar modern type C yang menggunakan dana tugas pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia tahun 2017 lalu hampir mencapai sekitar Rp 6 Miliar itu dirundung masalah mulai dari proyek pengurugan tanah, gagalnya proses tender sebanyak dua kali, hingga pelaksanaan pekerjaan fisik pembangunan pasar dengan dilakukan perpanjangan waktu kerja selama 10 hari disertai dengan sangsi denda bagi rekanan kontrator pelaksananya, dan bahkan terakhir isue berkembang ada aliran dana dari proyek tersebut sekitar Rp 1,4 Miliar mengalir kepada sejumlah kalangan pejabat termasuk disebut-sebut nama Bupati dan TP4D diterpa isue kecipratan dana dimaksud, ternyata dibantah tegas Kajari Sumbawa Paryono SH bahwa isue tersebut tidak benar dan tidak masuk akal, sehingga pihak Kejaksaan akan menyelidiki pelaku penyebar isue tersebut.
    Kali ini, persoalan proyek pasar Brang Bara tersebut juga mendapat perhatian serius dari Pimpinan DPRD Sumbawa sebagaimana dikemukakan Wakil Ketua I DPRD Sumbawa Dr Drs Arahman Alamudy SH M.Si dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB kemarin, mengakui kalau sesuai dengan mandat dan perintah dari Ketua DPRD Sumbawa Lalu Budi Suryata terkait dengan adanya surat laporan yang masuk dari masyarakat menyangkut adanya indikasi penyimpangan dilokasi proyek pasar Brang Bara tersebut, maka pihaknya sesuai dengan kewenangan dan tupoksi yang dimiliki dalam waktu dekat ini paling lambat pekan mendatang berencana akan melayangkan surat undangan khusus kepada rekanan kontraktor pasar Brang Bara bersama sejumlah OPD baik itu Bappenda dan Diskoperindag Sumbawa serta sejumlah pihak berkompeten lainnya.
    Kenapa sejumlah pihak terkait itu diundang ke pertemuan Dewan terang Abi Mang akrab doktor dan politikus gaek ini disapa, agar kami sebagai wakil rakyat dapat mengetahui dengan jelas dan terang benderang sejauhmana persoalan yang terjadi pada proyek pasar Brang Bara tersebut, mengingat pekan belakangan ini mencuat kepermukaan sejumlah persoalan, termasuk keterkaitan dengan belum dilakukan pembayaran atas pengurugan tanah yang telah dilakukan rekanan kontraktor pelaksana, tentu hal ini harus diketahui dengan jelas apa dasar dan alasan yuridis mengapa OPD terkait tidak membayar pekerjaan yang telah dilakukan oleh kontraktor pelaksana sebab jangan sampai ada pihak yang dirugikan dalam hal ini, tukasnya.
    Menyangkut soal isue yang berkembang adanya aliran dana dari proyek pasar Brang Bara sekitar Rp 1,4 Miliar yang mengalir kepada sejumlah kalangan dan oknum pejabat tertentu didaerah ini, kita serahkan kepada ranah hukum Kejaksaan untuk mengusutnya dengan tuntas, dalam hal ini kata Abi Mang secara pribadi pihaknya sangat mendukung langkah tegas yang akan diambil oleh Kajari Sumbawa untuk pengusutan lebih lanjut, kendati demikian pihaknya sangat sependapat dan menghimbau segenap lapisan masyarakat didaerah ini agar lebih bijak dan lebih hati-hati dalam penggunaan media sosial (medsos) sebab semuanya ada rambu-rambu dan aturan yang mengaturnya seperti UU ITE, jika salah mengeluarkan statemen lantas ada yang keberatan bisa diancam pidana dengan sangsi hukuman yang cukup berat, karena itu hal ini harus menjadi perhatian bagi kita semua, pungkasnya.