Pimping prostitusi online berkedok pijat Plus-Plus memiliki 3 wanita menjajakan

    Laporan Jurnalis Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

    TRIBUNNEWS.COM, CIREBON – Pembobolan prostitusi online berkedok pijatan plus-plus berinisial GMI (20) ditangkap Polres Cirebon.

    GMI memiliki tiga wanita yang biasanya disewa untuk pijat plus-plus.

    Biasanya beroperasi di penginapan yang ada di Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon dan sekitarnya.

    “Ini sudah saya lakukan satu bulan lalu,” kata GMI saat jumpa pers di Mapolda Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (20/4/2021).

    Ia mengatakan, aksi tersebut dilakukan melalui aplikasi MiChat dengan menawarkan layanan pijat plus-plus.

    Bahkan, GMI juga membuat akun MiChat dengan menggunakan nama Sherli dan memposting foto seorang wanita.

    Baca juga: Polisi Bongkar Prostitusi di Apartemen Bogor, Muncikarinya Baru Berusia 17 Tahun

    Dalam sehari, dia rata-rata mendapat tiga hingga empat pelanggan dan mendapat bagian Rp 10 ribu dari setiap pelanggan.

    Padahal, layanan pijat plus-plus 1,5 jam yang ia tawarkan seharga Rp 250 ribu.

    Uang itu digunakan untuk menyewa kamar dan wanita yang melakukan pijat, kalau saya hanya dapat Rp 10 ribu, kata GMI.

    Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, GMI dijerat Pasal 21 juncto Pasal 45 UU ITE dan / atau Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP.

    Dia menghadapi hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda maksimal Rp. 1 Milyar.

    Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Prostitusi Muncikari Online Berkedok Pijat Plus-plus, Baru Beroperasional 1 Bulan, Punya Tiga ‘Pekerja’




    Source