Pioli tidak sabar untuk mempersiapkan tim Milan untuk musim depan

    AC Milan akan kembali berkompetisi di Liga Champions setelah hampir satu dekade absen.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pelatih Stefano Pioli sangat berterima kasih kepada para pemain AC Milan. Kerja keras mereka memastikan Rossoneri mengalahkan Atalanta 2-0 pada Senin (24/5) CET, dan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2013/14. Milan menempati posisi kedua dalam klasemen akhir Serie A 2020/2021.

    “Kami tahu kami bisa menutup siklus, kami mulai membangun Milan baru setelah kalah 5-0 dari Atalanta di Bergamo. Itu jalur yang menantang dan mendebarkan, kami telah mencapai target penting,” kata Pioli seperti dikutip Football Italia, Selasa (25/5)).

    Pioli mengakui, bagian sulit musim ini datang ketika Milan mulai kalah dalam pertandingan. Milan, kata dia, saat itu merasakan ketegangan dan kekhawatiran, tapi tim selalu percaya dengan apa yang mereka lakukan.

    “Kami memiliki beberapa prinsip yang jelas di kepala kami. Kami tidak ingin menunggu. Sebaliknya kami ingin mengontrol permainan. Beberapa situasi bisa berubah selama pertandingan, tapi kami selalu ingin mengontrol permainan,” katanya.

    Lebih dari 5.000 penggemar memberi hormat kepada bus tim dalam perjalanan ke Bergamo. Suporter, kata Pioli, selalu memberi kami motivasi ekstra. “Mereka selalu mendukung kami, bahkan setelah hasil negatif. Mereka paham kami menaruh semua komitmen kami, sangat penting bagi kami untuk melihat mereka sebelum pertandingan melawan Atalanta,” kata Pioli.

    Pioli menantikan musim depan. Dia ingin meningkatkan standar Milan dan sangat ambisius. Dia pikir akan sangat bagus untuk memenangkan sesuatu bersama Rossoneri. Dia ingat ketika Paolo Maldini mengatakan bahwa untuk menjadi kompetitif, Milan perlu bermain di Liga Champions selama dua atau tiga musim berturut-turut.

    “Kami harus punya ambisi karena kami adalah Milan. Saya siap untuk musim depan. Saya bermimpi di malam hari dan bekerja di siang hari. Impian bisa jadi kenyataan,” ucapnya.




    Source