PKS Dorong Percepatan Vaksin Merah Putih Untuk Pemenuhan Kebutuhan Vaksinasi Nasional

    Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati mendorong percepatan vaksin Merah Putih untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi nasional.

    Percepatan ini dapat berupa tambahan daya dukung yang dibutuhkan dalam proses penelitian produksi vaksin Merah Putih yang saat ini memasuki tahap praklinis.

    Ia melihat tingginya kebutuhan vaksinasi nasional belum diimbangi dengan jumlah stok vaksin yang tersedia.

    “Setelah gelombang tinggi di bulan Juli ini, masyarakat menunjukkan antusias untuk mendapatkan vaksin hingga mengantre, namun jumlah vaksin tidak sebanding. Laporan WHO juga menunjukkan bahwa ada kesenjangan vaksin antara Jawa dan luar Jawa. Laporan itu menyatakan bahwa bahkan Tenaga kesehatan di luar Jawa belum menerima vaksin tersebut,” kata Mufida dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/8/2021).

    Percepatan penelitian vaksin Merah Putih melalui dukungan yang memadai diharapkan dapat membantu pencapaian target vaksinasi nasional sehingga imunitas kelompok dapat segera terbentuk.

    “Masih ada tahap praklinis, kemudian uji klinis tahap satu, dua dan tiga, termasuk nanti penilaian dari BPOM. Dari awal, kami di DPR mendukung penuh penelitian vaksin Merah Putih dan menekankan bahwa kami bisa mendorong dukungan apa saja yang harus dipenuhi,” katanya.

    Baca juga: Akhir Agustus, Indonesia akan terima 3 juta dosis vaksin Covid-19 dari Prancis

    Mufida meminta pemerintah selain mengupayakan pengadaan vaksin dari luar negeri dengan beberapa skema, tetapi juga tetap serius mengembangkan vaksin Merah Putih.

    “Dalam upaya mengejar vaksinasi nasional, belakangan ini belum ada penyebutan vaksin Merah Putih. Di tengah keterbatasan stok vaksin, kita harus terus mendorong vaksin Merah Putih karena tidak hanya terkait dengan kesehatan tetapi juga terkait dengan kesehatan. kedaulatan, bahkan ekonomi, geopolitik dan lain sebagainya,” kata Mufida.

    Apalagi di tengah laporan perlunya suntikan booster setelah enam bulan sejak suntikan pertama karena efikasi vaksin akan menurun untuk vaksin Sinovac.

    Studi tersebut juga menyebutkan bahwa antibodi dari vaksin Pfizer dan Astra Zenecca akan berkurang dalam 10 minggu. Artinya, jelasnya, ketersediaan stok dan proses vaksinasi terus berjalan seiring waktu.

    “Oleh karena itu, keberadaan vaksin Merah Putih sangat penting untuk menjaga ketersediaan vaksin di tengah kebutuhan vaksin saat khasiatnya menurun. Selain itu, untuk mencegah masyarakat mencari alternatif yang belum tentu dalam pengawasan BPOM,” tutup Mufida. .



    https://www.tribunnews.com/nasional/2021/08/05/pks-dorong-percepatan-vaksin-merah-putih-untuk-penuhi-kebutuhan-vaksinasi-nasional