PKS: Kasus Zhang adalah Acara Pembuktian Polisi Luar Negeri

“Penegakan hukum di Indonesia diuji untuk kasus-kasus pelecehan agama, apakah bisa cepat diproses hukum,” kata Al Muzammil kepada Republika, Rabu (21/4).

Al Muzammil menilai kasus Jozeph Paul Zhang akan membuktikan seberapa baik polisi Indonesia dapat menangkap tersangka di luar negeri. Pemerintah Indonesia juga diharapkan memaksimalkan hubungan luar negeri dengan menangkap Jozeph Paul Zhang.

“Hubungan diplomatik dan kerja sama hukum antara Indonesia dan luar negeri juga diuji sejauh mana efektif bekerja dalam kasus-kasus seperti ini,” kata Al Muzammil.

Al Muzammil mengatakan, aparat penegak hukum harus lebih cepat menindak para pelaku penistaan ​​yang meresahkan masyarakat. Dia menyindir para pejabat yang tampak waspada terhadap kritik kebijakan pemerintah.

“Jika pelecehan agama ditoleransi, saya khawatir akan semakin banyak penghinaan agama daripada mereka yang mengkritik kebijakan pemerintah yang lebih cepat dituntut,” kata Al Muzammil.

Al Muzammil menilai kasus penistaan ​​agama sebenarnya berdampak jauh lebih besar pada kemarahan publik. Karena ini menyangkut keyakinan terdalam umat beragama, kata Al Muzammil.

Jozeph Paul Zhang kembali memicu kontroversi setelah mengaku sebagai nabi ke-26 bagi umat Islam dan menghina Nabi Muhammad, belum lama ini. Pemilik nama Shindy Paul Soerjomoelyono ini pernah melontarkan pernyataan mengejutkan yang seolah-olah membela Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dibubarkan Jenderal Soeharto pada 1965.

Dalam cuplikan video Zoom yang viral di Tiktok, Twitter, dan tersebar di grup Whatsapp, Jozeph menggugat alasan PKI dicap jahat oleh masyarakat. Joseph Paul Zhang sebenarnya menuduh NU membantai tiga juta anggota PKI.




Source