PM Israel Tolak Temui Presiden Palestina

    Pemerintah Abbas ditolak karena menuntut Israel di Pengadilan Kriminal Internasional

    REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menolak bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Pasalnya, pemerintahan Abbas telah membawa dan menggugat Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

    “Sebagai seseorang yang berasal dari dunia bisnis, ketika seseorang menuntut saya, saya tidak terlalu baik kepadanya,” kata Bennett pada acara virtual dengan para pemimpin Konferensi Presiden Organisasi-organisasi Besar Yahudi Amerika. Pemantau Timur Tengah pada Sabtu (4/9).

    Dalam kesempatan itu, dia juga menyinggung pertemuan baru-baru ini antara Abbas dan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz. Bennett menekankan bahwa tidak ada terobosan politik yang akan dicapai dengan Palestina selama masa jabatannya sebagai perdana menteri.

    Bennett yakin konflik dengan Palestina tidak bisa diselesaikan. Namun, kata dia, langkah-langkah bisa diambil untuk mengurangi ruang lingkup gesekan. Langkah itu harus terkait dengan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup rakyat Palestina.

    Menurut laporan Zaman Israel, Bennett juga mengatakan bahwa pemerintahnya akan mengambil langkah dan tindakan untuk menstabilkan wilayah yang selama ini menjadi pusat konflik dengan Palestina. Bennett akan bergabung dalam upaya untuk membekukan proyek pembangunan pemukiman dan pencaplokan Tepi Barat.

    Mengenai kontroversi pengusiran warga Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem, Bennett mengatakan dia berharap pemerintahnya dapat menyelesaikan masalah ini dengan tenang. Dalam diskusi virtual tersebut, Bennett mengungkapkan bahwa salah satu tujuannya sebagai perdana menteri adalah untuk membangun hubungan baik dengan negara tetangga, seperti Yordania dan Mesir. Dia mengatakan pekerjaan untuk mewujudkannya sudah dimulai.



    https://www.republika.co.id/berita/qyxmum382/pm-israel-tolak-bertemu-presiden-palestina