Polda: Belum ada pembahasan tentang pemeragaan ganjil-genap

Polda Metro mempertimbangkan penegakan ganjil-genap terkait transportasi umum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengatakan pemberlakuan kembali kebijakan genap ganjil harus sejalan dengan penambahan kapasitas angkutan umum.

“Pelaksanaan jil-genap harus memperhatikan penambahan kapasitas angkutan umum,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo saat dikonfirmasi, Rabu (21/4).

Semua moda transportasi umum di DKI Jakarta saat ini membatasi kapasitas penumpangnya hingga 50 persen sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kebijakan genap ganjil yang diterapkan pada saat daya dukung moda angkutan umum masih terbatas berpotensi menimbulkan keramaian di moda angkutan umum.

“Karena jika diberlakukan akan ada peralihan moda dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum, sedangkan kapasitas angkutan umum masih dibatasi hingga 50 persen,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, hingga saat ini belum ada pembicaraan dengan Pemprov DKI Jakarta terkait pemberlakuan kembali kebijakan genap ganjil. “Sampai saat ini belum ada pembahasan terkait hal tersebut,” ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan kasus genap ganjil belum terlaksana di Jakarta karena angka kasus positif Covid-19 masih terjadi di Jakarta, sehingga banyak dimanfaatkan masyarakat. transportasi masih terbatas. “Pengguna angkutan umum maksimal 50 persen dari jumlah penumpang dari kapasitas yang tersedia. Jika terjadi kemacetan, yang bersangkutan berada di dalam mobilnya sendiri, otomatis tidak akan ada interaksi antar orang,” kata Syafrin.

Penghapusan pembatasan berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap sudah berlaku sejak 16 Maret 2020 atau sejak awal pandemi Covid-19 di Indonesia. Sejak itu, pada saat implementasi kebijakan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) hingga saat ini Penegakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam rangka membatasi interaksi antar masyarakat di angkutan umum di tengah Covid-19.

sumber: Antara




Source