Polda Lampung Minta Petugas Simpatik Hadapi Arus Balik

    Menghadapi arus balik, Polda Lampung menggelar rapat koordinasi terbatas

    REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Hendro Sugiatno menginstruksikan kepada Polri dan Kapolres untuk mengingatkan petugas di lapangan agar bersimpati kepada pemudik saat arus balik dari Sumatera ke Jawa. Kepada para pemudik untuk mempersiapkan dokumen perjalanan pulang agar dapat dengan lancar sampai di tempat tujuan.

    “Saya ingatkan untuk menindaklanjuti dan mengecek posko-posko yang ada di kawasan itu. Kegiatan ini operasi kemanusiaan, operasi simpatik, jadi hindari tindakan sewenang-wenang oleh personel yang terlibat, jika ada niat baik Tuhan akan membantu kami,” kata Kapolda. dalam keterangan persnya, Sabtu (15/5).

    Menghadapi arus balik Idul Fitri 1442, Kapolda Lampung mengadakan rapat koordinasi terbatas dengan Danrem 043 / Garuda Hitam Brigjen Drajad Bima Yoga, dan juga juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung Dr. Reihana, perihal kesiapan untuk cegah penyebaran Covid-19 pada arus balik lebaran 1442 di wilayah Lampung, Jumat (14/5) malam.

    Kapolda mengatakan, berdasarkan surat dari Satgas Penanganan Covid-19 dan surat dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, kesiapan kegiatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dalam konteks arus balik akan dimulai pada Sabtu (15/5) atau hari ketiga setelah Idul Fitri. Ia berharap, semua lini terkait saling membantu dan berkoordinasi untuk memperketat mobilitas para pemudik yang pulang, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan mulai dari Sumatera hingga Jawa.

    Pemeriksaan kesehatan bagi pemudik yang pulang, karena ada kecenderungan di Sumatera terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19. Untuk itulah, pada arus balik semua pihak yang terlibat memperketat pemeriksaan dokumen antigen PCR, genose, dokumen perjalanan, dan lain-lain, untuk memberikan rasa aman selama arus balik.

    Kapolda mengatakan, semua pemudik arus balik dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa melalui Provinsi Lampung dan juga memasuki Pelabuhan Bakauheni hingga Merak akan dikenakan pengetatan pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan di tiga Pos Pengamanan, yakni rest area tol KM 172 B, rest area KM 87 B, rest area KM 20 B, serta di tol Sumatera di Jalan Soekarno-Hatta.

    Ia mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan kembali ke Lebaran, melengkapi dokumen sesuai Surat Edaran (SE) dari Satgas Covid-19, yakni Surat Izin Keluar dan Masuk (SIKM), surat penugasan untuk ASN, TNI- Polri, pegawai perusahaan / BUMN, dan surat keterangan. hasil resmi rapid test Covid-19 yang berlaku 1×24 jam.

    Kepada pemudik arus balik Lebaran, kata dia, jika tidak dibekali sertifikat resmi hasil rapid test, akan dilakukan rapid antigen test di lokasi pos pemeriksaan yang disediakan. Jika hasilnya positif, petugas Satgas Penanganan Covid-19 akan membawa yang bersangkutan ke rumah sakit rujukan.

    Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Lampung, Dr. Reihana mengatakan, seluruh pemudik pada arus balik Lebaran harus melengkapi diri dengan dokumen bukti negatif Covid-19 yang berlaku 1×24 jam. “Sebaiknya pemudik arus balik sudah menyiapkan surat negatif Covid-19 dari daerah asalnya,” kata Reihana di Bandar Lampung, Sabtu (15/5).

    Kepada pemudik yang pulang yang tidak melengkapi dokumen negatif Covid-19, dia mengatakan satuan tugas telah menyiapkan pos pemeriksaan antigen di sembilan titik isolasi. Satgas telah menyiapkan ratusan ribu antigen untuk menghadapi arus balik Idul Fitri yang sedang disiapkan di posko isolasi.




    Source