Polda Metro Batasi Akses di Kawasan Kuliner

    Dua area kuliner terpantau kuliner sate taichan di Senayan dan Gultik Bulungan

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Petugas Polda Metro Jaya memberlakukan pembatasan mobilitas di 10 titik pada pukul 21.00-04.00 WIB termasuk beberapa kawasan kuliner yang sering terjadi pelanggaran protokol kesehatan untuk mencegah keramaian.

    Kabag Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus mengatakan, ada dua kawasan kuliner yang menjadi perhatian petugas, yakni kawasan kuliner sate Taichan di Senayan dan soto “Gultik” di Bulungan.

    “Kemarin malam Minggu kita bubar di kawasan Senayan sate taichan. Di sana orang berkumpul tanpa memperhatikan protokol kesehatan, tidak memakai masker, kerumunan melebihi batas 5 orang,” kata Yusri.

    Sementara itu, lokasi kedua yang juga menjadi perhatian Polda Metro Jaya adalah kawasan kuliner Curry Bend (gultik) di perempatan Jalan Mahakam dan Jalan Bulungan, Jakarta Selatan.

    “Saya ambil contoh di daerah Bulungan ada UKM yang membudidayakan. Kalau datang ke sana malam hari full sampai tengah malam sampai subuh. Nanti kita lakukan dengan pembatasan di sana,” ujarnya.

    Pembatasan mobilitas ini dinilai menjadi solusi mengatasi keramaian di sejumlah lokasi kuliner yang kerap terjadi pelanggaran protokol kesehatan. Yusri juga menjelaskan alasan pembatasan diberlakukan mulai pukul 21.00 WIB, karena adanya peraturan Pemprov DKI Jakarta yang mewajibkan usaha kafe, bar, dan restoran tutup pada saat itu.

    “Kenapa jam 21.00 WIB? Karena ada aturannya pada pukul 21.00 WIB kegiatan harus selesai, restoran harus tutup, kafe, semua harus tutup,” imbuhnya.

    Adapun 10 lokasi yang menjadi sasaran pembatasan mobilitas adalah Bulungan, Kemang, Jalan Gunawarman, dan Jalan Suryo (Jakarta Selatan). Selanjutnya, Cikini Raya, Sabang, Jalan Asia Afrika (Jakarta Pusat), BKT (Jakarta Timur), Kota Tua (Jakarta Barat), Boulevard Kelapa Gading (Jakarta Utara), dan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).

    Pembatasan mobilitas akan dilakukan dengan mengalihkan arus lalu lintas kepada pengendara di 10 lokasi, kecuali warga, apotek, rumah sakit, ambulans, tamu hotel, dan layanan darurat.

    “Intinya kita selektif untuk kendaraan yang masuk ke sana. Mulai pukul 21.00 hingga 04.00, ada 10 ruas jalan yang kita batasi,” ujarnya.

    Pembatasan mobilitas dilakukan dengan landasan hukum Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, Keputusan Gubernur Nomor 759 Tahun 2021, Instruksi Gubernur Nomor 39 Tahun 2021, Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2020, dan Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2021.

    sumber : Antara



    https://www.republika.co.id/berita/qv3a7c330/polda-metro-batasi-akses-di-kawasan-kuliner