Polda NTB Bongkar Modus “Truck BBM Kencing”

Mataram, Gaung NTB
Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat membongkar kasus penggelapan dengan modus “BBM kencing” (pemindahan secara ilegal) dari sebuah truk tangki milik PT Muda Muara Damai.
Kasubdit III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda NTB AKBP Herman Suyono di Mataram, Selasa, mengatakan modus “BBM kencing” ini terungkap berdasarkan hasil penyelidikan anggota di lapangan.
“Berangkat dari hasil penyelidikan itu, tim berhasil menangkap para pelaku saat sedang memindahkan BBM jenis `Marine Fuel Oil` (MFO) itu ke drum pembelinya,” kata AKBP Herman Suyono.
Aksi tangkap tangan ini terjadi di wilayah Sandubaya, Kota Mataram. Anggota yang datang melihat segel truk tangki telah terbuka dan bahan bakar yang biasa digunakan untuk mesin industri itu telah mengisi penuh tiga drum milik pembelinya.
“Jadi ada empat drum yang dibawa pembeli, drum itu diangkut menggunakan sebuah kendaraan “pick-up” merek Daihatsu Granmax. Dari pengamatan anggota, tiga sudah terisi `full`, satunya lagi baru terisi setengah,” ujarnya.
Karena itu, pihak kepolisian langsung menggiring seluruh barang bukti termasuk supir truk tangki beserta pembelinya ke Mapolda NTB untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Adapun pihak yang diamankan dalam kasus ini antara lain supir dan kernet truk tangki berinisial RA dan AH. Kemudian, si pembeli berinisial YY bersama dua kurirnya HA dan SE.
Dari hasil pemeriksaan supir truk tangki didapatkan keterangan bahwa BBM jenis MFO itu merupakan pesanan PLTD yang berada wilayah Lombok Timur. Modus “BBM kencing” ini dilakukan tanpa sepengetahuan perusahaannya maupun pihak PLTD.
“Jadi mereka ini memanfaatkan waktu mengantarkan pesanannya. Di tengah perjalanan mereka janjian ketemu di suatu tempat,” kata Herman.
Saat disinggung peruntukan MFO ini, Herman mengaku belum mengetahuinya dengan pasti. Hal itu akan didalami kembali dari keterangan pembelinya.
“Untuk apa dia membeli BBM jenis ini belum tahu, karena pemeriksaan keterangannya masih berlanjut. Yang jelas kasus ini masih terus dalam proses pengembangan dan pastinya akan kita telusuri lagi lebih dalam dari keterangan para pelaku,” ucapnya.
Akibat perbuatannya, kelima pelaku yang saat ini telah mendekam di balik jeruji besi Mapolda NTB, disangkakan dengan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.