Polemik Isolasi Suramadu, LaNyalla Minta Pemda Gunakan Pendekatan Persuasi

TRIBUNNEWS.COM – Blokade Jembatan Suramadu yang dilakukan aparat pemerintah daerah di Jawa Timur ditolak warga Bangkalan. Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta agar masalah ini diselesaikan dengan pendekatan persuasif.

Penutupan Suramadu dilakukan sebagai antisipasi penyebaran cepat virus Covid-19 varian delta. Apalagi Kabupaten Bangkalan saat ini masuk dalam kategori zona merah.

Setiap warga Madura yang ingin masuk ke Surabaya wajib menjalani swab antigen di posko isolasi Suramadu, begitu juga sebaliknya. Hal ini dinilai memberatkan, terutama bagi warga Madura yang bekerja di Surabaya karena harus melintasi Jembatan Suramadu setiap hari.

Kebijakan ini menuai banyak protes. Bahkan massa sempat menerobos sekat dan berdemonstrasi di depan Balai Kota Surabaya. Beberapa orang juga sempat merusak tiang isolasi. Mereka melemparkan petasan ke pos tersebut.

“Masalah ini cukup rumit, dan harus ditangani bersama. Karena kita memang harus melakukan berbagai upaya untuk menghindari cepatnya penyebaran Corona di Jawa Timur, namun di sisi lain kita juga harus memikirkan agar kebijakan tidak merugikan atau menyusahkan masyarakat,” kata LaNyalla, Selasa (22/6/ 2021).

Kebijakan pemblokiran Suramadu didasarkan pada keputusan Forkopimda Jawa Timur. Pemkot Surabaya juga telah bertemu dengan Pemprov Jatim untuk menyampaikan aspirasi Koalisi Masyarakat Madura Bersatu yang menggelar aksi di Balai Kota Surabaya kemarin.

Senator Jawa Timur itu menilai polemik blokade Suramadu perlu segera diselesaikan, karena jika tidak, persoalan akan merembet ke persoalan lain. Menurut LaNyalla, harus ada kebijakan baru yang bisa mengakomodir keresahan warga Bangkalan, namun upaya penanganan penyebaran Covid-19 di Jatim bisa diatasi.

“Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya, dan Pemkab Bangkalan bersama jajaran TNI/Polri dan Satgas Covid-19 perlu segera mengambil langkah persuasif dan mengambil sikap yang dapat memberikan win-win solution bagi masyarakat. semua pihak,” ujarnya.

LaNyalla mengatakan, penyelesaian masalah Covid-19 tidak bisa dilihat dari kacamata hitam putih saja. Ada berbagai faktor yang harus dipertimbangkan.

“Memang benar masalah kesehatan harus menjadi prioritas dalam kondisi pandemi ini. Namun pemerintah daerah juga harus melihat unsur-unsur budaya sosial dalam berhubungan dengan masyarakat. Karena warga Bangkalan merasa didiskriminasi karena kebijakan ini seolah menekankan bahwa warga Bangkalan akan membawa virus ke warga Surabaya,” kata LaNyalla.



https://www.tribunnews.com/dpd-ri/2021/06/22/polemik-penyekatan-suramadu-lanyalla-minta-pemda-pakai-pendekatan-persuasi