Polisi akan menahan dosen Unej atas tersangka pelecehan seksual

    Polres Jember akan menangkap dosen Unej yang menjadi tersangka pelecehan seksual.

    REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER – Polda Jember, Jawa Timur, akan menahan seorang dosen di Universitas Jember (Unej) berinisial RH yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. juga keponakannya.

    “Kami selesaikan administrasi penyidikan hingga tahap akhir. Jika sudah selesai dan ada kesepakatan antara para pihak, tentu tahap selanjutnya akan dilakukan, hingga penahanan,” kata Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak ( PPA) Polres Jember, Iptu Diyah Vitasari di Jember, Kamis (22/4).

    Menurutnya, salah satu petunjuk yang dilengkapi adalah pengajuan keterangan saksi ahli yaitu psikiater yang memeriksa korban dan polisi setidaknya sudah memiliki dua alat bukti yang sah untuk menjerat dosen, karena sudah ada kesepakatan antara saksi. kesaksian dan instruksi untuk surat yang dikeluarkan oleh visum dari psikiater. “Dalam surat itu disebutkan korban mengalami depresi berat setelah kejadian pelecehan seksual yang dialaminya di rumah tersangka,” katanya.

    Diyah menjelaskan, penyidik ​​polisi juga telah mengajukan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap saksi ahli psikiatri yang menangani korban. “Selama ini tersangka juga bersikap kooperatif saat dimintai keterangan penyidik, sedangkan korban juga sudah mendapat pendampingan dari PPT dan LBH Jentera, sehingga kondisinya stabil,” ujarnya.

    Sementara dikonfirmasikan terpisah, Kepala Bagian Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jember Aditya Okto Thohari mengatakan penyidik ​​Polres Jember telah mengirimkan Surat Permulaan Penyidikan (SPDP) untuk kasus dugaan pelecehan seksual dengan terduga dosen Unej. “Penyidik ​​sudah berkoordinasi dan melakukan beberapa perkara di Kejari Jember, tapi berkasnya belum selesai. Kami tinggal menunggu berkas perkara tersebut diserahkan ke kejaksaan,” ujarnya.

    Sebelumnya, polisi telah resmi menetapkan dosen Unej berinisial RH sebagai tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap remaja berusia 16 tahun yang juga keponakannya. Unej akhirnya melepas sementara RH dari jabatannya sebagai Koordinator Program Magister (S-2) Program Studi Ilmu Administrasi FISIP Unej per tanggal 15 April 2021, sehingga sejak saat itu tugas mengajar, membimbing, dan menguji sudah dilepas, namun yang sudah diplot dan dalam proses akan dilanjutkan oleh dosen lain.

    Sementara itu, kuasa hukum RH, Ansorul Huda, melalui siaran persnya mengatakan bahwa RH pertama kali mencoba melalui jalur keluarga dan berusaha menahan diri untuk tidak memberikan konfirmasi dari versinya karena sebenarnya masalahnya didominasi oleh masalah keluarga.

    sumber: Antara




    Source