Polisi Israel Tangkap Lagi Aktivis Palestina

    Polisi Israel Tangkap Lagi Aktivis Palestina.

    REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Polisi Israel telah menangkap seorang aktivis muda yang menentang langkah negara itu untuk mengusir puluhan keluarga Palestina dari rumah mereka di Yerusalem untuk pemukiman Yahudi.

    Penangkapan itu terjadi hanya satu hari setelah polisi Israel menahan seorang reporter Aljazair bernama Govara Budeiri yang sedang meliput protes di lingkungan Sheikh Jarrah. Dia ditahan selama empat jam sebelum dibebaskan dan dikirim ke rumah sakit karena cedera tangannya.

    Selain itu, rekaman video menunjukkan aktivis Palestina terkemuka Muna el-Kurd pada hari yang sama ditangkap dan diborgol dari rumahnya. Sebelumnya, saudara kembarnya juga ditahan.

    Awal tahun ini, tindakan keras polisi di Sheikh Jarrah dan bagian lain Yerusalem timur memicu kerusuhan berminggu-minggu yang membantu memicu perang 11 hari antara pejuang Israel dan Hamas di Jalur Gaza. Ketegangan kembali memanas pekan ini.

    Keluarga el-Kurd di Sheikh Jarrah telah berada di garis depan selama berbulan-bulan protes terhadap penggusuran yang direncanakan. Ayah El-Kurd, Nabil, mengatakan polisi menggerebek rumah itu dalam jumlah besar dan secara biadab.

    “Saya sedang tidur dan menemukannya di kamar saya,” kata Nabil Independen Irlandia, Senin (7/6).

    Polisi Israel dikatakan mengadakan konsultasi mengenai apakah pawai tersebut, yang semula direncanakan akan berlangsung ketika perang pecah pada 10 Mei. Di Sheikh Jarrah, para pemukim telah melakukan kampanye selama puluhan tahun untuk mengusir keluarga dari lingkungan padat penduduk Palestina. di luar tembok Kota Tua.

    Daerah itu adalah salah satu bagian paling sensitif dari Yerusalem Timur, yang merupakan rumah bagi situs-situs suci bagi orang Yahudi, Kristen, dan Muslim. Ini juga merupakan wilayah yang direbut Israel pada tahun 1967 dan dicaplok dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional.

    Israel memandang seluruh Yerusalem sebagai ibu kota negaranya. Sementara itu, Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan.



    https://www.republika.co.id/berita/quciom430/polisi-israel-kembali-tangkap-aktivis-palestina