Polisi Kembali Jaring Pasangan Remaja Asusila Serta Waitress Cafe

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Meski hanya bersifat preventif konstruktif, namun Operasi Bina Kusuma yang sedang berlangsung selama 14 hari ini, semakin gencar dilaksanakan oleh jajaran Polres Sumbawa, baik pagi, sore, maupun malam hari untuk memberantas segala bentuk penyakit masyarakat. Seperti operasi yang digelar pada rabu pagi (06/04) yang menyasar beberapa rumah kos serta penginapan di wilayah kelurahan Brang Biji, polisi berhasil mengamankan dua pasangan remaja mesum yang tidak memiliki ikatan resmi, serta dua wanita pekerja hiburan malam (waitress/partner song).

Awalnya tim opersi menyusuri sejumlah kos – kosan di lingkungan belakangan Javarco wilayah kelurahan Brang Biji, dan memeriksa kelengkapan identitas kependudukan setiap penghuni kos pada masing – masing kamar. Seorang wanita muda belia berinisial AY (18) diamankan polisi lantaran tidak memiliki KTP serta identitas lainnya. Dari lokasi tersebut, polisi bergerak menuju lingkungan Karang Gudang – Kebayan dan menyasar sejumlah kos – kosan. Kembali polisi mengamankan salah seorang penghuni salah satu kamar di kos tanjakan Karang Gudang, berinisial IR (25) janda muda asal Tana Awuk – Loteng yang berdomisili di Sekongkang – KSB.

Tim operasi bergesr sedikit ke kos – kosan yang berjarak tidak jauh dari kos tersebut. Salah satu kamar depan diperiksa dan mendapati sepasang remaja sedang berada di dalamnya, yakni ID (25) seorang remaja asal kecamatan Batulanteh yang berdomisili di Desa Kerato – Unter Iwes, dan masih kuliah di salah satu perguruan tinggi di kota Sumbawa. Sedangkan wanita teman berkencannya berinisial RK (20) janda muda asal Desa Kanar, Kecamatan Labuhan Badas yang berprofesi sebagai partner song (PS) di salah satu room karaoke. Keduanya, ID dan RK mengaku kepada polisi jika mereka telah berumah tangga (suami Istri), namun setelah didesak, ternyata keduanya masih berpacaran dan belum ada ikatan resmi.

Di kamar sebelahnya, polisi kembali mengamankan pasangan remaja mesum berinisial GR (18) pria muda bertato yang berdomisili di dalam kota Sumbawa, bersama kekasihnya berinisial JA (21) wanita berprofesi sebagai partner song di salah satu room karaoke, asal Ampenan – Lobar. Selain itu, polisi juga mengamankan sebilah senjata tajam di dalam kamar mereka.

Baik pasangan remaja mesum maupun waitress cafe yang terjaring pada kos yang berbeda, semua dinaikkan ke atas kendaraan patroli dan dibawa ke Mapolres Sumbawa untuk diidentifikasi, pembinaan, serta menanda tangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi kembali perbuatannya. Sementara wanita pekerja hiburan malam yang tidak memiliki KTP atau identitas lainnya, direncanakan untuk dipulangkan ke daerah asalnya dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Sumbawa.

Kabag Ops Polres Sumbawa, AKP Syafruddin kepada Gaung NTB menegaskan bahwa operasi ini akan terus diintensifkan sampai 11 April 2016 mendatang. Operasi Bina Kusuma ini akan menyasar sejumlah rumah kos, penginapan, hotel, cafe, serta room karaoke untuk mencegah perbuatan prostitusi dan peredaran serta penyalahgunaan narkoba. Selain itu, juga menyasar sejumlah keramaian seperti pasar dan terminal, serta lokasi terselubung yang dijadikan tempat mesum atau esek – esek, tegasnya.

Sebelumnya, pada malam hari yakni Selasa malam (05/04), tim operasi juga mengamankan pasangan yang diduga melakukan perbuatan komersial / asusila berinisial SS, seorang wanita belia berusia 16 tahun tercatat sebagai pelajar, berdomisili di seputaran bandara. SS didapati di dalam kamar hotel DN 2 bersama seorang pria yang telah beristri berinisial SP (34) berprofesi sebagai tukang kayu asal pulau Jawa.

Selanjutnya polisi mengamankan pasangan yang diduga melakukan perbuatan asusila di Hotel S berinisial YB (20) seorang pria yang telah beristri asal Talwa Desa Leseng, besama RA (18) wanita belia yang tercatat sebagai warga kelurahan Brang Biji. Serta mengamankan seorang wanita belia pekerja room karaoke di wilayah Sernu berinisial NR (18) warga desa Luk kecamatan Rhee, lantaran tidak ada identitas berupa KTP.