Polisi Menggagalkan Penyelundupan 72.290 Bibit Lobster

Benih lobster akan diselundupkan melalui Bandara Soekarno-Hatta menuju Singapura

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Aparat gabungan yang terdiri dari Kepolisian Bandara Soekarno-Hatta, Bea dan Cukai, serta Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), menggagalkan penyelundupan benih lobster bening di Soekarno- Bandara Hatta.

“Lagi-lagi sinergi kita sudah membuahkan hasil, penyelundupan benih lobster bening berhasil digagalkan ke Singapura kemarin sore,” kata Kepala BKIPM KKP Rina dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (7/4).

Dia mengungkapkan, rencananya 72.290 benih lobster bening (BBL) akan dikirim dari Bandara Soekarno-Hatta ke Singapura melalui kargo pesawat Garuda Indonesia. Rina menambahkan, para penyelundup menyamarkan perbuatannya dengan menggunakan faktur berupa sayur mayur.

BBL tersebut dikemas ke dalam 74 kotak, 34 di antaranya dicampur dengan selada air dan dimasukkan ke dalam 255 kantong plastik. Namun, lanjutnya, aksi mereka terungkap setelah petugas menemukan adanya kejanggalan pada paket antrean 1 kargo 530 Bandara Soetta.

“Mereka pakai faktur sayur, ada 40 kangkung berisi ubi dan kacang hijau. Pengepakan pakai kotak sterofoam,” ujarnya.

Petugas juga mengamankan benih lobster yang bening. Selanjutnya KIPM Pusat Jakarta 1 Pusat melakukan pencacahan dan berkoordinasi dengan Lokakarya Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang untuk pelepasan.

Berdasarkan hasil pencacahan, benih lobster bening terdiri dari 72.105 jenis pasir dan 185 jenis mutiara. “Pelepasannya sudah kita hitung dan koordinasikan,” jelas Rina.

Rina membenarkan bahwa pihaknya juga sudah mengantongi identitas pengirim paket tersebut. Oleh karena itu, dia mengingatkan kepada otoritas bersama untuk terus menindak para penyelundup BBL sekaligus memperkuat pengawasan, terutama di titik masuk dan keluar komoditas kelautan dan perikanan.

“Profil pelaku sudah didapatkan dan dalam pengembangan tim gabungan. Tentu ini bagian dari komitmen kita dalam menyelamatkan sumber daya kelautan dan perikanan,” ujarnya.

Seperti diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono telah melarang ekspor benih lobster bening. Kebijakan tersebut, kata Menteri Kelautan dan Perikanan, didasarkan pada pertimbangan bahwa benih lobster yang jelas merupakan kekayaan alam Indonesia yang harus dilindungi.

Menteri Trenggono menegaskan, pihaknya akan mengganti kebijakan ekspor benih lobster dengan budidaya di dalam negeri. Jika sudah mencapai ukuran konsumsi, ekspor baru bisa dilakukan.

sumber: Antara




Source