Polisi Namai Kasus Penganiayaan M Kece Minggu Ini

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri pekan ini berencana menggelar sidang untuk menetapkan tersangka dalam dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kosman alias Muhammad Kece, tersangka. dalam kasus dugaan penistaan ​​agama.

    Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum), Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, kasus tersebut dilakukan setelah pihaknya meminta keterangan dari para saksi, termasuk Irjen Napoleon Bonaparte seperti diberitakan. “Mudah-mudahan dalam minggu ini kita bisa menetapkan tersangkanya,” kata Brigjen Andi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (21/9).

    Hari ini (Selasa) penyidik ​​dari Dittipidum Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan terhadap Irjen Pol Napoleon Bonaparte (NB) seperti diberitakan pukul 11.00 WIB. Sehari sebelumnya, penyidik ​​memeriksa tujuh saksi yang terdiri dari empat petugas Bareskrim Polri dan tiga saksi.

    Andi mengatakan, total saksi yang diperiksa sejak laporan polisi diajukan pada 26 Agustus 2021 sebanyak 13 orang, termasuk pelapor (Muhammad Kece-red). “Ada 13 saksi (total red),” kata Andi.

    Dalam pemeriksaan saksi dan pengumpulan barang bukti, terungkap kronologi awal penganiayaan. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (26/8) dini hari pukul 00.30 WIB hingga 01.30 WIB. Kejadian bermula saat Irjen Pol Napoleon Bonaparte bersama tiga napi lainnya memasuki ruang sel isolasi Muhammad Kece sekitar pukul 00.30 WIB.

    Saksi narapidana lainnya diperintahkan untuk membawa plastik putih ke dalam kamar Napoleon Bonaparte yang kemudian ditemukan berisi feses (kotoran manusia). “Oleh NB, kemudian korban diolesi kotoran di wajah dan bagian tubuhnya. Setelah itu, NB terus memukuli/menganiaya korban MK,” kata Andi.

    Kejadian tersebut diduga berlangsung selama satu jam, terbukti dari rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terekam pada pukul 01.30 WIB, NB dan tiga orang tahanan lainnya keluar dari ruang sel Kece. Selain itu, cara Irjen Pol Napoleon Bonaparte bisa masuk ke ruang sel Kece diketahui telah menukar kunci kamar sel Kece dengan sel penjara lain yang berinisial H alias C.

    Sementara itu, mengenai surat terbuka Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte yang mengakui penganiayaannya, menurut Brigjen Andi, surat itu menjelaskan motifnya menganiaya M Kece. Bahwa dalam surat terbukanya, Irjen Pol Napoleon Bonaparte menyatakan telah melakukan tindakan terukur terhadap M Kece dengan alasan membela agama.

    “Saya sampaikan dalam Surat Terbuka NB menjelaskan motif yang bersangkutan melakukan penganiayaan tersebut,” kata Andi.

    Muhammad Kosman alias Muhammad Kece ditangkap Direktorat Cyber ​​Crime Polri bersama Polda Bali di tempat persembunyiannya setelah video penghinaan terhadap simbol-simbol agama menjadi viral. Penangkapan dilakukan pada Selasa (24/8) di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, pada pukul 19.30 WIB.

    Usai dilakukan penangkalan, Kece diterbangkan ke Jakarta untuk diperiksa dan ditahan di Bareskrim Polri, Rabu (25/8). Kece kemudian ditahan selama 20 hari terhitung mulai 25 Agustus hingga 13 September 2021. Hingga kini, masa penahanannya diperpanjang.

    https://repjogja.republika.co.id/berita/qzrwgt354/polri-tetapkan-tersangka-kasus-penganiayaan-m-kece-pekan-ini