Polisi Nasional Berjanji untuk Menyelesaikan Kasus Jozeph Zhang

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mabes Polri meminta masyarakat tidak dimotivasi terkait dugaan penistaan ​​agama oleh warga yang mengaku sebagai nabi ke-26 Jozeph Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoeljono.

    “Yang terpenting, masyarakat jangan terpancing dengan beredarnya video ini,” kata Karo Penmas, Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/4/2021).

    Rusdi membenarkan, polisi terus berupaya menyelesaikan kasus tersebut. Penyidik ​​akan menyelidiki kasus ini secara profesional.

    “Sekali lagi rekan-rekan saya, Polri telah berusaha keras untuk menyelesaikan kasus ini bersama dengan instansi terkait lainnya. Saya yakin Polri dan instansi lain sedang berusaha keras untuk menyelesaikan kasus-kasus yang terjadi,” ujarnya.

    Sebelumnya, Polri akan segera mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) bagi warganet yang mengaku sebagai nabi ke-26 Jozeph Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoeljono.

    Diketahui, Polisi telah menerima banyak laporan polisi yang memprotes konten dugaan penistaan ​​agama yang diunggah oleh Jozeph Paul Zhang.

    Salah satunya adalah laporan polisi yang didaftarkan ke Bareskrim Polri dengan nomor 0253 / IV / 2021 / Bareskrim. Laporan tersebut diajukan pada 17 April 2021.

    “Bareskrim Polri akan segera mengeluarkan daftar buronan, tentunya DPO ini akan diserahkan ke Interpol,” kata Karo Penmas, Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/4/2021). ).

    Baca juga: Ketua Fraksi PKS meminta aparat segera menangkap Jozeph Paul Zhang atas dugaan penistaan ​​agama

    Rusdi menjelaskan, Jozeph diduga kuat berada di Jerman. Namun, hingga saat ini belum bisa dipastikan di mana pelakunya berada.

    Rusdi menjelaskan, penetapan DPO terhadap Jozeph menjadi dasar Interpol mengeluarkan red notif.

    Hal ini menjadi dasar polisi menangkap Jozeph yang berada di luar negeri.

    “Daftar buronan ini menjadi dasar Interpol mengeluarkan red notice. Sekali lagi rekan-rekan saya, Polri sudah dan sedang berusaha keras menyelesaikan kasus ini bersama instansi terkait lainnya,” jelasnya.

    Dalam kasus ini, Jozeph Paul Zhang diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 UU ITE tentang pidato SARA.

    Selain itu, Jozeph juga diduga melanggar Pasal 156 huruf a KUHP tentang ujaran kebencian.




    Source