Polisi Selidiki Pengaduan Kasus Fetish Mukena

    REPUBLIKA.CO.ID, MALANG — Polisi Kota Malang (Makota) telah menerima pengaduan dari salah satu korban jimat mukena. Pihak berwenang masih perlu melakukan penyelidikan dan penyelidikan lebih lanjut.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Malang Kota (Makota), Kompol Tinton Yudho Riambodo mengatakan, aparat harus berhati-hati dalam menanggapi pengaduan kasus tersebut. jimat mukena. Setiap kasus yang diterima harus melalui beberapa tahapan sesuai prosedur. Tak terkecuali kasus yang baru saja dilaporkan korban di Mapolresta Kota Malang (Makota), Jumat (20/8).

    “Jadi perlu ditelusuri dulu apakah ini tindak pidana terkait UU ITE atau tidak. Jadi ini perlu kita telusuri, beberapa bukti, pemeriksaan,” kata Tinton.

    Tinton mengundang korban lain untuk mengajukan kasus serupa ke polisi. Pengaduan yang diberikan akan sangat membantu aparatur dalam proses analisis kasus. Dengan kata lain, petunjuk tersebut nantinya dapat menentukan apakah kasus tersebut merupakan kasus pidana atau bukan.

    Sebelumnya, seorang model wanita diduga menjadi korban jimat oleh salah satu akun media sosial. Kejadian ini terjadi setelah korban melakukan pemotretan untuk produk mukena.

    Korban melakukan dua kali pemotretan dengan tersangka berinisial D. Awalnya tersangka mengaku sebagai pemilik toko online produk mukena. Dugaan aksi tersebut terbongkar berkat laporan dari fotografer yang juga memotret korban dan model lainnya.

    Selanjutnya, korban melihat akun Indonesia barang milik tersangka dan ditemukan keterangan tertulis mengenai jimat mukena. Dalam akun tersebut, korban menemukan beberapa foto model yang sempat difoto oleh pelaku. Ini termasuk foto yang dimaksud.

    https://repjogja.republika.co.id/berita/qy4xm2335/polisi-dalami-aduan-kasus-fetish-mukena