Polisi Solo Sita Ratusan Gram Sabu dan Ganja

    REPUBLIKA.CO.ID, SOLO – Satuan Narkoba Polda Solo, Jawa Tengah, berhasil menangkap 22 tersangka kasus penyalahgunaan narkoba dalam satu bulan dalam operasi Antik Candi 2021 mulai 15 Maret hingga pekan ketiga April 2021. total sebanyak 224,67 gram dan 68,06 gram ganja.

    Kapolres Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, dalam sebulan, Satres Narkotila selalu bisa mengungkap sedikitnya 15 kasus dan 20 tersangka yang ditangkap. Artinya setiap dua hari selalu ada kasus penangkapan narkoba dan hampir setiap hari tersangka akan ditangkap, jelas Kapolres, saat jumpa pers di Mapolda Solo, Jumat (23/4).

    Menurut dia, dari 19 laporan yang dibuat oleh petugas dan 22 tersangka, paket sabu tidak lagi merupakan paket yang berisi sabu atau kelipatannya. Sebagai gantinya sudah dikemas dalam pilihan paket ekonomis, misalnya 0,21 gram, 0,15 gram, 0,3 gram, dan sebagainya.

    Dikatakan, hal itu perlu diantisipasi. Pasalnya, para dealer tidak hanya menyasar masyarakat menengah ke atas. Artinya, distributor ini mulai membidik segmen menengah ke bawah, meski bisa untuk segmen pelajar, jelasnya.

    Kapolresta menambahkan, modus penyalahgunaan narkoba di antara para tersangka memang berbeda. Ada tersangka dari luar kota yang menginap di Solo untuk mengedarkan narkoba. Modus lainnya, ada yang langsung menemui pembeli, atau menghindari interaksi langsung dengan pembeli.

    “Salah satu modenya, barang bukti dikemas dengan bungkus permen bekas dari merek permen ternama yang tujuannya untuk mengelabui petugas,” ujarnya.

    Dari 19 laporan tersebut, Kapolri menyebut ada empat pengungkapan kasus yang menonjol. Pertama, dari tersangka berinisial MJ, warga Banjarsari, Solo, petugas berhasil menyita 29 bungkus sabu dengan berat total 100,65 gram.

    Kedua, dalam kasus tersangka berinisial FD, warga Jebres, Solo, petugas berhasil menyita barang bukti satu bungkus sabu kristal dan 19 bungkus sabu yang dikemas dalam plastik manisan merek ternama. Berat total barang bukti mencapai 50,10 gram.

    Ketiga, dalam kasus tersangka suami-istri berinisial SM dan DS, petugas berhasil menyita empat butir sabu-sabu seberat 0,94 gram barang bukti. Kemudian, keempat, tersangka EB atau SB, petugas berhasil menyita 17 paket sabu dengan berat total 35,56 gram.

    Kelima tersangka tersebut dijerat pasal pokok Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 25 tahun, serta denda paling sedikit Rp. 1 Milyar.

    Salah satu tersangka, DS, yang ditangkap saat mengedarkan narkoba bersama istrinya SM, mengaku ditangkap di delat Hotel Margangsa, Sriwedari. Ia mengundang istrinya karena saat dalam perjalanan bersama istrinya tiba-tiba ada yang memesan narkotika.

    DS mengaku baru pertama kali terlibat kasus narkoba. “Alasannya karena faktor ekonomi. Saya bekerja di bengkel dengan kamu. Saya pakai obat untuk dopping,” ujarnya.


    Source