Polisi: Surat Jalan Modus Pemudik Melewati Pos Sungkup di Bekasi

    Laporan Jurnalis Tribunnews.com, Igman Ibrahim

    TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Kapolsek Metro Bekasi Kompol Hendra Gunawan mengatakan, banyaknya pemudik yang menggunakan dokumen perjalanan menjadi cara kabur dari posko pelarangan mudik.

    Hendra menjelaskan, para pemudik menggunakan dokumen perjalanan dari perusahaannya seolah-olah sedang bertugas ke luar kota. Bahkan, mereka sudah mengajukan cuti mudik Lebaran ke kantornya.

    “Pass ini digunakan sebagai mode ketika operan tersebut digunakan untuk bekerja, kami dapat mentolerirnya. Tapi ketika dia telah diberi cuti, dia masih memegang operan dan menggunakannya, jadi ini yang sering menjadi mode,” Hendra kata wartawan. Minggu (9/5/2021).

    Atas dasar itu, kata Hendra, petugas pos penyekat memeriksa secara detail dokumen jalan yang digunakan pengendara yang melintas.

    Baca juga: Masih Bertekad Angkut Pemudik, 17 Kendaraan Travel di Bekasi Ditahan Hingga Lebaran

    “Kami sangat detil dalam mengecek dokumen perjalanan mereka. Makanya kami lihat tanggal terbitnya, lalu tenggat waktu penggunaan suratnya. Nah, kalau aturannya 24 jam,” ujarnya.

    Baca juga: 288 Mudik Tiba di Tanah Air Kota Tegal, Dinkes Cuma Temukan 1 Positif Covid-19

    Meski demikian, Hendra mengakui beberapa pengendara yang melewati pos isolasi tersebut merupakan pekerja yang bekerja di Karawang.

    Terkait pekerja tersebut, pihaknya memberikan toleransi kepada mereka untuk diizinkan melewati pos penyekat.

    “Kecuali orang yang bekerja di Karawang dan Bekasi, mereka tinggal di Karawang atau tinggal di Bekasi. Kita bisa lihat KTP-nya. Tapi kalau di luar itu mungkin kita perketat suratnya, hanya berlaku satu hari,” ujarnya.

    Sedikitnya 7 ribu kendaraan dituntut karena memutar balik saat melewati pos pemblokiran mudik Lebaran di Bekasi.

    Kendaraan yang paling banyak dihukum adalah sepeda motor. Sedangkan kendaraan yang paling banyak tertangkap saat mudik mulai pukul 21.00-06.00 WIB.




    Source