Polisi Tangkap Tiga Pembuat Tembakau Sintetis

Pelaku melakukan transaksi langsung dengan nasabah yang dikenal.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bogor menangkap tiga pelaku produsen tembakau sintetis di kawasan Mekarjaya, Kabupaten Bogor Barat, Kota Bogor. Dari praktik home industry pembuatan tembakau sintetis, ketiga pelaku bisa meraup untung Rp. 20 juta per kilogram.

Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Eka Chandra mengatakan, masing-masing pelaku berinisial MO (22 tahun), IA (25), dan RJ (24) memiliki peran yang berbeda. Dari tangan pelaku, polisi juga menyita barang bukti sebanyak 2,2 kilogram tembakau sintetis, timbangan kaca, dan timbangan digital.

“Tersangka RJ bertindak sebagai pemasok sumber, IA bertindak sebagai peracik, sedangkan MO bertindak sebagai pengedar atau penjual melalui media sosial Instagram @vegetarian.idn,” kata Eka di Mapolrestabes Bogor, Selasa (15/6).

Eka mengungkapkan, berdasarkan informasi yang didapat dari pelaku, ketiganya telah melakukan praktik home industri pembuatan tembakau sintetis selama kurang lebih dua bulan. Ketiga pelaku diketahui tidak bekerja.

Mengenai modus yang digunakan, kata Eka, pelaku melakukan transaksi langsung dengan nasabah yang dikenal. Sedangkan untuk konsumen baru, transaksi dilakukan melalui Instagram.

“Saat dijual juga ada paket yang harganya Rp 200 ribu, Rp 400 ribu, dan ada yang sampai Rp 1 juta,” ujarnya.

Karena sebagian besar transaksi dilakukan melalui media sosial, lanjut Eka, tidak diketahui dari kalangan mana konsumen yang membeli tembakau sintetis tersebut berasal. Kecuali bagi yang melakukan transaksi langsung.

Karena itu, pihaknya bekerja sama dengan bea cukai dan ekspedisi, untuk melaporkan jika ditemukan barang-barang yang dicurigai ke polisi. Pasalnya, bahan baku yang digunakan pelaku juga didapat dari media sosial Instagram. Baik yang dibeli di luar negeri maupun di dalam negeri.

“Karena online, mereka (pelaku) tidak tahu siapa pembelinya. Kecuali teman langsung. Para pemula atau bahan bakunya berdasarkan informasi mereka beli via online juga. Kebanyakan dari luar negeri,” katanya.

Di lokasi yang sama, salah satu pelaku, MO mengaku tidak memiliki takaran khusus untuk meracik tembakau sintetik yang biasa ia hasilkan. Gengnya hanya mencampur alkohol dan tembakau biasa dalam dosis ala kadarnya.

Selain membeli bahan baku dari media sosial, MO mengaku pihaknya juga belajar cara membuat tembakau sintetis melalui Instagram. Yakni dari akun Instagram, MO membeli bahan baku yang diketahui memiliki nama akun @milkway.

“Buat pakai takaran acak. Dari akarnya dicampur alkohol, dicampur tembakau biasa. Belajar diceritakan oleh pemilik Instagram. Tidak ada di YouTube,” katanya.



https://www.republika.co.id/berita/quqf4i396/tiga-serangkai-pembuat-tembakau-sintetis-dibekuk-polisi