Polisi Tangkap Warga Menanam Ganja Secara Hidroponik

    Pelaku mengaku telah memanen ganja sebanyak tiga kali.

    REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR — Polres Enrekang, Sulawesi Selatan menangkap seorang warga yang berprofesi sebagai petani karena menanam ganja dengan metode hidroponik di pekarangannya di Desa Mundan, Kecamatan Masalle, Enrekang. Kapolsek Enrekang AKBP Andi Sinjaya Ghalib yang dikonfirmasi di Makassar, Jumat, mengatakan petani yang ditangkap berinisial SS (25).

    “Awalnya ada informasi jika ada warga yang menanam ganja dengan cara hidroponik di halaman rumahnya kemudian ditindak lanjuti oleh anggota,” ujarnya.

    AKBP Andi Sinjaya Ghalib menjelaskan, ganja termasuk dalam kategori kejahatan narkoba golongan satu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Dijelaskannya, kronologis pengungkapan kasus narkoba ini berawal dari informasi dari masyarakat terkait dugaan tindak pidana penyalahgunaan ganja.

    Saat dilakukan penangkapan dan penggeledahan badan, SS (25) ditemukan di saku celananya sebungkus daun kering yang diduga narkotika golongan I.

    Kemudian berdasarkan pengakuan dari tersangka bahwa ada tanaman ganja lain di halaman rumahnya yang ditanam di pot bunga hidroponik hitam. “jelasnya.

    Tersangka SS sendiri mengaku di depan polisi bahwa ia menanam ganja karena mendapat bibit ganja dari temannya. Tersangka juga mengaku telah memanen ganja sebanyak tiga kali dan menjualnya secara eceran. Selain ganja hidroponik, pihaknya juga mengungkap kasus narkoba lainnya pada Januari hingga Agustus 2021 yang salah satunya adalah penjualan tembakau gorila.

    “Di Enrekang, sejak Januari 2021 sudah ada sembilan kasus, termasuk tembakau jenis gorila sintetis,” katanya.

    Atas perbuatannya tersangka SS dikenakan Pasal 111 ayat (1) dimana setiap orang yang mempunyai hak atau melawan hukum untuk menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I berupa tumbuhan wajib dihukum. dipidana dengan pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun. dan denda Rp 800 juta-Rp 8 miliar.

    sumber : Antara



    https://www.republika.co.id/berita/qy58p1377/polisi-tangkap-warga-tanam-ganja-secara-hidroponik