Polisi Tetapkan 22 Tersangka Kerusuhan di Yahukimo

    Sebanyak 3.609 warga masih mengungsi akibat kerusuhan yang terjadi pada Minggu (3/10).

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Polisi menetapkan 22 tersangka terkait kerusuhan antaretnis yang menewaskan enam orang di Dekai, Yahukimo, Papua, Minggu (3/10). Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Panmas) Humas Mabes Polri Brigjen (Brigjen) Rusdi Hartono mengatakan, laporan terakhir dari Polres Yahukimo juga menyebutkan jumlah pengungsi masih mencapai ribuan.

    Namun, polisi di sana memastikan situasi keamanan di kawasan huru-hara secara bertahap tenang. “Untuk penanganan kasus (kerusuhan) di Yahukimo, sudah dilakukan penyelidikan dan ditetapkan sebagai tersangka sebanyak 22 orang,” kata Rusdi, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (6/10).

    Rusdi menambahkan, saat ini proses penyidikan di Polres Yahukimo masih membuka kemungkinan penetapan tersangka tambahan. “Penyidikan masih berlangsung, dan sedang dipelajari, dan kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah cukup banyak,” kata Rusdi.

    Dia mengklaim situasi saat ini kondusif karena sudah ada aparat keamanan dari Polri dan TNI yang berjaga. Meski dipastikan aman dan kondusif, ribuan warga masih tinggal di pengungsian.

    “Masih ada 3.609 warga yang mengungsi,” kata Rusdi. Dari laporan yang diterima Mabes Polri, ada tiga posko pengungsian yang saat ini menjadi fokus pengamanan warga. “Di Mapolres Yahukimo, Gereja Gidi Evanhastia, dan Koramil Dekai,” jelas Rusdi.

    Kerusuhan di Dekai, Yahukimo, Papua, terjadi pada Minggu (3/10) waktu setempat. Menurut laporan dari Polda Papua, disebutkan enam orang meninggal, dan 41 warga dilarikan ke rumah sakit, dan 10 lainnya dibawa ke perawatan serius di Jayapura. Kabag Humas Polda Papua, Komisaris (Kombes) Ahmad Mustofa (AM) Kamal melaporkan, kerusuhan terjadi antara Suku Kimyal yang menyerang Suku Yali.

    Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, Kombes Kamal juga mengatakan kerusuhan antarsuku tersebut juga mengakibatkan kerugian materil. “Dari TKP, setelah pantauan langsung, tercatat lima mobil terbakar, 11 sepeda motor terbakar, dan tujuh rumah dalam keadaan terbakar,” kata Kamal, dalam rilis resmi yang diterima wartawan di Jakarta. Rabu (6/10). ).

    Sementara itu, penyebab kerusuhan masih diselidiki. Namun, Brigjen Rusdi mengatakan, dugaan sementara penyebab kerusuhan terkait tewasnya mantan Bupati Yahukimo Abock Busup. Rusdi menuturkan, Abock Busup ditemukan tewas di salah satu kamar saat menginap di sebuah hotel di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (3/10). Diduga pemberitaan penyebab meninggalnya Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) itu terdistorsi di kampung halamannya.

    “Penyebab kematian kakak Abock Busup sendiri masih diselidiki,” lanjut Rusdi. Kasus tersebut kini ditangani Polres Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya. Namun, kata Rusdi seraya menambahkan, laporan post-mortem penyebab kematian Abock Busup tidak menunjukkan indikasi kekerasan atau dampak fisik lainnya.

    “Jadi polisi mengindikasikan bahwa kerusuhan itu karena kematian Abock Busup yang latar belakangnya masih diselidiki,” kata Rusdi.



    https://www.republika.co.id/berita/r0juob436/polri-tetapkan-22-tersangka-kerusuhan-di-yahukimo