Polres Kulon Progo Amankan Tiga Distributor Pil Yarindo

REPUBLIKA.CO.ID,KULON PROGO – Polres Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah menangkap tiga pelaku yang diduga sebagai pengedar narkoba jenis koploj jenis yarindo.

KBO Satuan Narkotika Polres Kulon Progo Iptu Jatmiko menyebut tiga pelaku berinisial TF, MIH, dan APH yang semuanya warga Godean, Kabupaten Sleman. TF ditangkap saat hendak melakukan transaksi narkoba di Terminal Kenteng, Distrik Nanggulan pada Sabtu (20/2) pukul 19.45 WIB. Dari TF kami kembangkan penyidikan kasus ini, kemudian ditangkap dua pelaku lainnya berinisial MIH dan APH. , “kata Jatmiko di Kulon. Progo, Rabu (7/4).

Dari hasil penangkapan TF, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 10 butir pil bertuliskan Y yang diduga yarindo. Berdasarkan pengakuan TF, ia menerima pil yarindo dari MIH, warga Kecamatan Godean, seharga Rp35 ribu. Berdasarkan informasi tersebut, petugas memutuskan untuk mengembangkan kasus penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh TF dan MIH, katanya.

Berdasarkan pemeriksaan MIH, kata Jatmiko, pil 10 yarindo yang dijual ke TF berasal dari tersangka lain berinisial APH (19), warga Kecamatan Godeandan. APH menjual 90 butir peluru ke MIH seharga 10 butir seharga Rp 30 ribu. “Jadi, dari perkembangan penyidikan kasus ini, kami mengamankan tiga dealer pil Yarindo,” ucapnya.

Ia mengatakan, pihaknya melakukan pembinaan lebih lanjut terkait dengan pengakuan APH bahwa yang bersangkutan memperoleh barang ilegal tersebut dari ARD (25), warga Kecamatan Jetis, Yogyakarta. “ARD menjual 1 dus pil atau pil sapi Yarindo kepada APH berisi 100 butir dengan harga Rp220 ribu,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Jatmiko, pihaknya masih melakukan penyidikan terhadap kasus ini karena berdasarkan informasi APH, terdapat distributor utama jaringan tersebut bernama Ndoko. “Narkoba itu didapat APH dari orang bernama Ndoko yang saat ini masuk dalam daftar orang yang kita cari (DPO),” ujarnya.

Ketiga tersangka didakwa dengan Pasal 196 atau Pasal 197 UU Kesehatan dengan hukuman 10 hingga 15 tahun penjara. Total barang bukti yang diamankan polisi dalam kasus ini sebanyak 103 barang, kata Jatmiko.

Sementara itu, Kepala Humas Polsek Kulon Progo Iptu Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan, polisi masih menyelidiki untuk mengungkap jaringan pengedar narkoba yang beroperasi di wilayah hukum kepolisian setempat. “Saat ini Unit Narkotika masih terus berkembang. Kepada masyarakat kita mengimbau masyarakat untuk tidak mencoba menggunakan narkoba dan mengedarkannya,” kata Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana.


Source