Polusi Meningkat Lagi Saat Lockdown Dicabut di Berbagai Negara

    Polusi udara membunuh sekitar tujuh juta orang di seluruh dunia setiap tahun.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pencemaran udara telah lama menjadi salah satu bentuk kerusakan lingkungan yang paling mengganggu. Angka dari Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) memperkirakan bahwa polusi udara membunuh sekitar tujuh juta orang di seluruh dunia setiap tahun.

    Dikatakan juga data menunjukkan bahwa 9 dari 10 orang menghirup udara yang melebihi batas pedoman WHO yang mengandung polutan tingkat tinggi.

    Emisi dari pembakaran bahan bakar fosil menyumbang hampir seperempat emisi CO2 dari aktivitas manusia. Dampak kuncitara di seluruh dunia dalam pandemi Covid-19 pada transportasi sangat mencolok.

    Dilaporkan dalam BBC, Selasa (1/6), Menurut Badan Energi Internasional, aktivitas rata-rata global di jalan turun hampir 50 persen dibandingkan tahun 2019. Dalam waktu singkat, daerah perkotaan mencatat penurunan besar-besaran berbagai polutan yang terkait dengan pembakaran internal. mesin.

    Data yang dikumpulkan oleh National Center for Atmospheric Science menunjukkan pengurangan yang nyata dalam nitrogen dioksida (NO2) dan partikel (PM2.5) di 10 kota di Inggris.

    Di India, orang-orang menggunakan media sosial untuk memposting gambar langit cerah setelah sekitar 90 persen perjalanan dihentikan selama kuncitara.

    Namun, segera setelah kualitas udara membaik kuncitara diamati, tampaknya semuanya kembali normal segera setelah kuncitara dikurangi atau dihilangkan.

    Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengatakan respons global terhadap krisis Covid-19 tidak banyak berpengaruh pada peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer.

    Pada tahun 2020 emisi karbon telah turun secara dramatis sebagai akibat dari penguncian yang memotong tingkat transportasi dan industri secara serius. Namun, data dari WMO menunjukkan bahwa itu hanya sedikit memperlambat peningkatan konsentrasi secara keseluruhan.

    Selama kuncitara, ada seruan luas untuk melestarikan manfaat lingkungan. Para pendukung mengatakan sangat penting bahwa pertumbuhan ekonomi setelah pandemi berfokus pada mengikuti jalur rendah emisi dan berkelanjutan.



    https://www.republika.co.id/berita/qu2cdy368/polusi-kembali-naik-saat-emlockdown-emdicabut-di-berbagai-negara