PPK DAN SUBKON TAMBAK PENYARING DIPERIKSA JAKSA

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pemeriksaan dan pengambilan keterangan klarifikasi terhadap sejumlah pihak terkait atas dugaan penyimpangan atas pelaksanaan paket proyek pembangunan jaringan irigasi tambak di Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara dan di Desa Maronge Kecamatan Maronge Sumbawa tahun 2017 lalu senilai Rp 6,8 Miliar lebih dengan pelaksana pekerjaan fisik dipercayakan kepada PT Jaya Raharja Mataram, yang kini sedang dilakukan penyelidikan intensif melalui kegiatan Puldata dan Pulbuket oleh tim Jaksa Penyidik Kejari Sumbawa dibawah koordinator Kasi Intelejen Kejari Sumbawa, selama tiga hari berturut-turut dilakukan secara marathon diawali dengan pemeriksaan tiga warga Penyaring, disusul pengambilan keterangan klarifikasi terhadap tiga orang Subkon dan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Soni Iswanto ST MM Kamis (27/09) dan Jum’at (28/09).
Ketiga Subkon tambak Penyaring dan Maronge yang dimintai keterangan klarifikasi oleh tim Jaksa Penyidik Kejari Sumbawa (Jaksa Putra, Jaksa Raka dan Jaksa Purning) diruangan tertutup Intelejen dan Pidana Khusus itu adalah swasta Iwan, Yoyok dan Riki, dimana dari informasi yang diendus Gaung NTB kemarin, ketiga subkon tersebut dijejali dengan belasan pertanyaan Jaksa, seputar proses pekerjaan yang dilaksanakan dan menjadi tanggung jawabnya, baik itu Iwan dan Yoyok yang mengadakan kerjasama dalam pelaksanaan sejumlah item pekerjaan dilokasi tambak Penyaring dan Riki yang melaksanakan sejumlah pekerjaan dilokasi tambak Maronge, dengan biaya yang telah disepakati sebelumnya dengan kontraktor pelaksana PT Jaya Raharja, dan bahkan pekerjaannya telah dituntaskan dengan baik.
Sedangkan mantan PPK Irigasi dan Rawa II BWS-NT1 Soni Iswanto ST sendiri terlihat datang memenuhi panggilan Jaksa Jum;at (28/09) kemarin sekitar pukul 10.00 Wita langsung dilakukan pemeriksaan dan pengambilan keterangan klarifikasi sekitar dua jam penuh oleh Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH diruang Kasi Pidsus, dengan menjawab sejumlah pertanyaan Jaksa, seputar proses pelaksanaan dari proyek tambak Penyaring dan Maronge tersebut, dimana secara kooperatif Soni yang kini dipercayakan sebagai PPK Irigasi I Pulau Lombok tersebut telah mengungkapkan secara transparan tentang apa yang menjadi tanggung jawabnya.
Usai diperiksa jaksa, PPK Soni Iswanto ketika dicegat Gaung NTB Jum’at siang kemarin ketika dimintakan tanggapannya tidak banyak komentar, yang jelas saya telah memberikan keterangan apa adanya kepada tim jaksa seputar pelaksanaan kegiatan dari proyek tambak Penyaring dan Maronge tersebut, dimana kegiatan proyek tersebut telah rampung dan tuntas sebagaimana yang diharapkan, kendati ada perbaikan tentu masuk dalam masa pemeliharaan, ujarnya singkat sambil berlalu menuju mobilnya meninggalkan Kantor Kejari Sumbawa.
Kasi Intelejen Kejari Sumbawa Putra Riza Akhsa Ginting SH maupun Kasi Pidsus Anak Agung Raka Putra Dharmana SH ketika dikonfirmasi Gaung NTB membenarkan kalau tiga orang pihak swasta yang bekerjasama dengan PT Jaya Raharja dan PPK tambak Penyaring-Maronge tersebut telah diperiksa dan diambil keterangan klarifikasi seputar proyek tersebut, agar dapat diketahui dengan jelas sejauhmana pelaksanaannya, dan sejauh ini belum dapat disimpulkan sebab masih ada sejumlah pihak terkait yang akan dipanggil dan diperiksa pekan mendatang, ujarnya.