PPK IRIGASI II SUMBAWA APRESIASI LAPORAN FPPK *Progres Fisik Jaringan Irigasi Batu Bulan Capai 98,5%.

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Menangapi laporan sekaligus sorotan tajam yang disampaikan Ketua Front Pemuda Peduli Keadilan (FPPK) Sumbawa Abdul Hatap menyusul laporan resmi adanya indikasi korupsi dalam pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi batu Bulan yang dbiayai lewat dana APBN tahun 2017 senilai Rp 9.122.996.300 (sekitar Rp 9,1 Miliar lebih) yang dilaksanakan dan dikerjakan oleh PT Shuar Karya Utama kepada pihak Kejaksaan Selasa (03/01) kemarin, Soni Iswanto PPK Irigasi II Sumbawa Satuan Kegiatan Irigasi dan Rawa II (SNVT-PJPA NT.1) dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB melalui jaringan telepon seluler Kamis (04/01) kemarin menyatakan apresiasi yang mendalam atas apa yang telah disampaikan oleh FPPK tersebut, sebab ini bentuk dari sebuah kepedulian, pengawasan dan kontrol sosial dari masyarakat.
Bahkan, kata Soni Iswanto sebagai wujud perhatian dan tanggung jawab pihaknya bersama Kepala BWS-NT.1 pak Asdin telah melakukan kunjungan lapangan kelokasi jaringan irigasi Batu Bulan kemarin, guna melihat sejauhmana progres fisik yang dihasilkan maupun kendala yang dihadapi dilapangan, justru progress fisik yang dihasilkan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh rekanan kontraktor pelaksana PT Shuar Karya Utama tersebut telah mencapai angka 98,5%, dengan sisa pekerjaan pembenahan jaringan irigasi dimaksud sekitar 200 meter, sesuai dengan tekad komitmen dan tanggung jawab rekanan kontraktor telah berjanji untuk dapat menuntaskan sisa pekerjaan dimaksud hingga 15 hari kedepan dengan memanfaatkan perpanjangan waktu pekerjaan selama 50 hari yang diberikan, tukasnya.
Perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan selama 50 hari itu diberikan terang PPK Soni Iswanto, tentu mengacu kepada aturan perundang-undangan yang berlaku dengan penerapan sangsi denda 1/1000 tetap diberlakukan, sehingga kami sangat optimis pekerjaan fisik rehabilitasi jaringan irigasi Batu Bulan tersebut akan dapat dituntaskan dengan baik, dengan mengedepankan mutu dan kualitas proyek yang dihasilkan, sebab jika sampai dengan tenggat waktu perpanjangan yang ditentukan ternyata tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya maka tanpa ampun akan dilakukan pemutusan kontrak, tetapi kami yakin sisa pekerjaan tersebut akan dapat dituntaskan dengan baik, ujarnya.
“Oleh karena itu sekali lagi kami menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kritik, saran dan masukan konstruktif yang telah disampaikan, dan bahkan pihaknya akan aktif mengajak semua pihak termasuk pihak Kejaksaan melalui TP4D pada Jum’at beok untuk melakukan kunjungan lapangan guna melihat bukti dan kebenaran laporan dan realisasi progress fisik lapangan yang telah dihasilkan, agar permasalahannya dapat diketahui dengan jelas dan terang benderang, sebab sejauh ini tidak ditemukan adanya penyimpangan, hanya terjadi kendala lapangan karena pengaruh cuaca dan kesulitan pekerjaan dilapangan sehingga terjadi keterlambatan dalam penyelesaiannya,” pungkas PPK Soni Iswanto.