PPKM, Babylon One Voice untuk Perlindungan dan Keselamatan

    Kebijakan PPKM di Babel, diambil semata-mata untuk keselamatan masyarakat

    REPUBLIKA.CO.ID, SUNGAILIAT — Dalam waktu tiga hari, Gubernur Erzaldi Rosman bersama Kapolres Bangka Belitung (Babel), Irjen Pol Anang Syarif Hidayat dan Danrem 045/Garuda Jaya, Brigjen M Jangkung Widyanto mengunjungi seluruh kecamatan/ kota-kota di Babel untuk melakukan rapat koordinasi penanganan PPKM dengan pemangku kepentingan daerah setempat dan juga memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat.

    Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, bergerak cepat usai ditetapkannya provinsi yang dipimpinnya untuk menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tingkat 3 dan 4.

    Kabupaten Bangka menjadi objek terakhir yang dikunjungi ketiga tokoh tersebut setelah menggelar pertemuan serupa di hari yang sama di Kabupaten Bangka Barat. Pertemuan dilaksanakan di SD Negeri 6 Desa Nelayan I Desa Sungailiat Kabupaten Bangka, Rabu (28/7).

    Meski panas terik dan di tempat yang sederhana, tidak menyurutkan semangat mereka untuk membahas penanganan PPKM agar masyarakat yang dipimpinnya mengerti apa tujuan PPKM itu.

    “PPKM ini disesuaikan dengan tingkatan penilaian masing-masing kabupaten/kota. Penetapan tingkatannya berdasarkan Pemerintah Pusat,” kata Erzaldi dalam siaran persnya, Kamis (29/7).

    Maka, setelah berkonsultasi dengan Forkopimda Babel dan mendengar aspirasi dari berbagai pihak, diterbitkanlah Keputusan Gubernur Nomor 188.44/697/BPBD/2021 tentang Penyelenggaraan PPKM Mikro Tingkat 3 dan 4 di Provinsi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

    Kebijakan itu, menurut orang nomor satu di Babel itu, diambil semata-mata demi keselamatan dan perlindungan rakyatnya. “Intinya saya sebagai Gubernur Babel ingin melindungi masyarakat, terutama yang memiliki penyakit bawaan atau penyakit penyerta yang bisa berakibat fatal,” ujarnya.

    Maka dalam setiap pertemuan dengan Kepala Daerah di masing-masing Kabupaten/Kota, beliau selalu mengonsolidasikan kebijakan PPKM agar berjalan dengan baik, dan mendengar permasalahan masing-masing daerah permasalahan agar cepat tertangani.

    Berbagai strategi penanganan Covid-19 juga sudah sering diungkap Gubernur, di antaranya capacity building Tingkat Hunian Tempat Tidur (BOR) di RS rujukan Covid-19, percepatan vaksinasi di masing-masing daerah, sosialisasi pelaksanaan PPKM secara manusiawi, pendirian RS Darurat Covid-19, penyaluran sejumlah bansos, serta komunikasi dan koordinasi dengan pelaku usaha yang terdampak. pandemi seperti pedagang kaki lima, pemilik penyelenggara pernikahan, pemilik restoran dan kafe.



    https://www.republika.co.id/berita/qwzlh4423/ppkm-babel-satu-suara-untuk-perlindungan-dan-keselamatan