PPKM Darurat Dilaksanakan, Tingkat Kepatuhan Masyarakat Terhadap Prokes Meningkat

TRIBUNNEWS.COM – Kepala Bidang Perubahan Perilaku Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi mengungkapkan adanya peningkatan kepatuhan masyarakat Jawa-Bali terhadap protokol kesehatan.

Hal ini terjadi sejak pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Data ini dibandingkan dengan tingkat kepatuhan masyarakat lima hari sebelum PPKM darurat berlaku.

Sonny mengatakan nilai kepatuhan warga dalam menerapkan prosedur 3M (cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak) meningkat beberapa persen.

Baca juga: Hari Ke-6 PPKM Darurat, Pasar Pramuka Masih Dipadati Pengunjung Yang Mencari Obat Hingga Tabung Oksigen

Seperti penggunaan masker, tingkat kepatuhan meningkat dari 7,71 persen menjadi 7,9 persen.

“Skor jaga jarak naik dari 7,28 menjadi 7,44, skor cuci tangan juga naik dari 7,34 menjadi 7,62.”

“Jadi memang kita bandingkan dari tanggal 3-7 Juli, PPKM Darurat itu berlangsung,” kata Sonny dalam diskusi vortal MNC Trijaya, Kamis (8/7/2021).

Meski begitu, Sony menilai angka kepatuhan masyarakat di berbagai lembaga daerah masih rendah.

Kabag Perubahan Perilaku Gugus Tugas Penanganan Covid-19 – Sonny Harry B Harmadi (Grafik Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

Baca juga: BNPB Ungkap Alasan Pentingnya Penetapan Status Darurat Bencana

Ia berharap peningkatan penerapan 3M tidak hanya dilakukan oleh individu, tetapi juga oleh sejumlah institusi.

“Masih ada sekitar 87 kabupaten dan kota di Indonesia yang kepatuhannya di bawah 70 persen.”



https://www.tribunnews.com/nasional/2021/07/08/ppkm-darurat-diterapkan-angka-kepatuhan-masyarakat-terhadap-prokes-meningkat