PPKM Darurat, Kemenkes Targetkan 400.000 Tes Per Hari

Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa tes Indonesia harus mencapai minimal 1/1.000 populasi per minggu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi mengatakan dalam pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pihaknya akan meningkatkan kapasitas. pengujian dan menelusuri. Setidaknya, untuk pengujian Indonesia harus mencapai minimal 1/1.000 populasi per minggu.

“Harus mencapai 1/1.000 atau 15 kali lipat jumlah kasus positif. Sehingga kita bisa menekan angka penularan yang saat ini sangat tinggi,” kata Nadia saat dihubungi Republika, Minggu (4/6).

Pengujian perlu ditingkatkan hingga rata-rata kasus positif di bawah 5 persen. Pengujian ditingkatkan untuk tersangka yaitu mereka yang memiliki gejala Covid-19 dan pernah kontak dekat dengan pasien positif.

Pada PPKM darurat ini, Kemenkes menargetkan jumlah tes bisa mencapai target. Saat ini, Kementerian Kesehatan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk menambah jumlah tes. Nadia mengatakan sinergi juga dilakukan dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Ini tercapai dalam target PPKM darurat, dan ini harus dilakukan bersama-sama dengan pemerintah daerah,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mencatat kapasitas tes harian Indonesia sekitar 100 ribu orang per hari. Selama PPKM darurat yang akan berlangsung hingga 20 Juli 2021, capaian pengujian diperkirakan 400 ribu orang.

Untuk mencapai target tersebut, setiap kabupaten/kota telah menetapkan target harian yang harus dikejar. Jumlah ini sesuai dengan arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Targetnya untuk DKI Jakarta 120 ribu orang per hari, DI Yogyakarta 10 ribu orang per hari.

Jawa Tengah ditargetkan menguji 80 ribu orang per hari. Jawa Barat 100 ribu orang per hari, Bali 5.000 orang per hari, Banten 25 ribu orang per hari, dan Jawa Timur 70 ribu orang per hari.

Mengenai tujuan pelacakan, pemerintah daerah dapat menggunakan tes swab antigen PCR dan RDT. Antigen RDT diprioritaskan untuk daerah dengan alat diagnostik yang terbatas, sehingga hasilnya dapat diketahui lebih cepat dan pengujian dapat dilakukan dalam skala masif sehingga mempercepat tracing.



https://www.republika.co.id/berita/qvpy5p349/ppkm-darurat-kemenkes-targetkan-400-ribu-testing-per-hari