PPKM Diperpanjang, Pengelola Wisata Pantai Bali Kecewa

    Meski kecewa, pengelola dan pedagang tetap melakukan aksi bersih-bersih di Bali.

    REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU — Perpanjangan PPKM pada 3 – 9 Agustus 2021 diumumkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengecewakan pengelola dan pedagang di objek wisata Pantai Balongan Indah (Bali), Kabupaten Indramayu. . Mereka mengancam akan melakukan aksi jika nantinya PPKM diperpanjang lagi.

    Pengelola Pantai Bali Indramayu Akso Surya Darmawangsa mengatakan pihaknya bersama para pedagang yang biasa berjualan di objek wisata pantai Bali Indramayu telah mempersiapkan berakhirnya PPKM Level 3.

    Mereka merencanakan resepsi dengan melakukan aksi bersih-bersih di Pantai Indramayu Bali. Sampah berserakan di pantai akibat penutupan total selama sebulan terakhir.

    Namun, pemerintah pusat memutuskan untuk memperpanjang PPKM pada 3 – 9 Agustus. Padahal, Kabupaten Indramayu yang sebelumnya berada di level 3, justru naik ke level 4. ”Ya, kami sangat kecewa,” kata Akso, saat ditemui di Pantai Indramayu Bali, Selasa (3/8).

    Meski kecewa dengan perpanjangan PPKM, pengelola dan pedagang tetap melakukan aksi bersih-bersih di Pantai Indramayu Bali, Selasa (3/8).

    Akso mengatakan, aksi bersih pantai ini sebenarnya sebagai bentuk persiapan mereka untuk menyambut kembali para pengunjung. Mereka berharap tempat-tempat wisata bisa dibuka kembali setelah PPKM berakhir.

    ”Harapan kami PPKM tidak berlanjut. Dengan aksi bersih-bersih ini, kami ingin menyambut pengunjung dengan kondisi pantai yang bersih,” kata Akso.

    Ternyata, harapan pengelola dan pedagang di Pantai Indramayu Bali pupus karena PPKM dilanjutkan. Mereka mengancam akan melakukan tindakan sebagai bentuk protes jika nantinya PPKM dilanjutkan kembali. ”Ke depan, jika diperpanjang lagi, kami akan mengambil tindakan. Untuk saat ini kami masih bersabar,” kata Akso.

    Akso mengatakan pelaksanaan PPKM Darurat yang dilanjutkan dengan PPKM Level 3 sepanjang Juli 2021 di Kabupaten Indramayu membuat pengelola dan pedagang di objek wisata Pantai Indramayu Bali terpuruk. Pasalnya, mereka tidak bisa mendapatkan penghasilan karena objek wisata tersebut harus tutup total selama sebulan.

    Mereka bahkan sempat mengibarkan ratusan bendera putih pada Sabtu (31/7). Namun, ratusan bendera putih itu kembali diturunkan setelah petugas dari Gugus Tugas Gabungan Covid-19 mengunjungi lokasi pada hari yang sama.

    Petugas datang untuk memberikan edukasi kepada pengelola dan pedagang. Petugas juga memberikan bantuan makanan kepada mereka.

    Tak hanya itu, dalam aksi bersih-bersih pada Selasa (3/8), puluhan personel Polres Balongan yang dipimpin Kapolres AKP Febry HS juga turun langsung. Mereka bergotong royong membersihkan sampah yang berserakan di Pantai Indramayu Bali.

    Febry menyatakan langkah ini diambil untuk menunjukkan bahwa polisi hadir di tengah masyarakat. Mereka juga memahami kondisi yang dialami masyarakat. Namun perpanjangan PPKM merupakan keputusan pemerintah yang harus dipatuhi guna mencegah penyebaran Covid-19. ”Sebelumnya, di sini juga ada bendera putih. Jadi kami memberikan edukasi dan nasehat agar unjuk rasa mereka tetap bisa diwujudkan dengan tindakan positif agar tidak merugikan,” kata Febry.

    Soal ancaman aksi jika PPKM berlanjut ke depan, Febry berharap aksi ini tidak terjadi. Untuk itu, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan pihak manajemen. ”Bahkan jika itu bentuk protes, lakukan melalui kegiatan positif,” kata Febry.



    https://www.republika.co.id/berita/qx9f8w380/ppkm-diperpanjang-pengelola-wisata-pantai-bali-kecewa