PPT Jember Minta Dosen Unej Tindak Pelecehan Seksual

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER – Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Jember meminta kepada dosen yang diduga melakukan pelecehan seksual atau pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. ditangani dengan tegas.

“Kami mendapat laporan kasus percabulan pada 30 Maret 2021 yang diduga dilakukan oleh RH yang merupakan dosen di Universitas Jember,” kata Koordinator PPT Solehati Nofitasari di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (13/4). ).

Menurutnya, perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan yang membentuk dan mempersiapkan bentukan budi pekerti dan akhlak penerus bangsa serta dapat menjadi teladan bagi anak dalam membentuk karakternya sendiri.

“Jember sebagai Kabupaten Layak Anak harus menciptakan kondisi lingkungan yang aman dan sehat serta memberikan perlindungan bagi korban dan memberikan sanksi bagi pelaku kekerasan seksual,” ujarnya.

Dalam hal itu, lanjutnya, Pusat Pelayanan Terpadu Kabupaten Jember menyikapi tindakan unskill yang diduga dilakukan oleh dosen Unej, padahal seharusnya dosen memberikan contoh yang baik.

“Untuk itu, kami mengusulkan untuk menindak tegas dosen tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata aktivis perempuan tersebut.

Ia mengatakan, pemerintah, masyarakat, sekolah, dan semua elemen memberikan apresiasi kepada para penyintas yang berani bersuara mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan.

“Ini contoh kecil perempuan yang mengungkapkan haknya atas keadilan karena banyak perempuan yang tidak berani angkat bicara ketika mengalami kekerasan,” ujarnya.

Solehati memaparkan catatan PPT kepada seluruh institusi pendidikan, yaitu harus memberikan regulasi untuk menindak tegas pelaku kekerasan seksual karena institusi pendidikan merupakan rumah dalam pembentukan karakter bangsa.

Sebelumnya, Dosen Unej berinisial RH ini sempat melapor ke polisi terkait pelecehan seksual (pelecehan seksual) terhadap anak di bawah umur yang juga merupakan keponakannya sendiri pada 26 Maret 2021. Polres Jember menetapkan RH sebagai tersangka kasus tersebut setelah ada kasus. digelar di Mapolres Jember, Selasa (13/4).


Source